Rupiah Rabu Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp17.850–Rp17.950 per Dolar AS


JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, di tengah dinamika dolar Amerika Serikat (AS), perkembangan harga minyak dunia, dan ketidakpastian geopolitik global.

Analis Senior Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS. Pergerakan mata uang domestik masih akan dipengaruhi oleh arah dolar AS dan sentimen investor terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, rupiah ditutup menguat tipis 0,07 persen ke level Rp17.900 per dolar AS. Penguatan tersebut memberikan peluang bagi rupiah untuk melanjutkan pemulihan, meskipun tekanan eksternal masih membayangi pergerakan mata uang domestik.

Sentimen The Fed dan Harga Minyak

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Sikap bank sentral AS terhadap suku bunga menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi kekuatan dolar AS dan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Apabila data ekonomi AS memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan tinggi, dolar AS berpotensi menguat dan menekan rupiah. Sebaliknya, pelemahan dolar AS dapat membuka ruang bagi mata uang domestik untuk menguat.

Selain itu, perkembangan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik juga perlu dicermati. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban impor energi Indonesia dan menambah tekanan terhadap nilai tukar. Sementara itu, penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan eksternal.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.850–Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026.

Rupiah berpeluang menguat apabila tekanan terhadap dolar AS mereda dan sentimen pasar global membaik. Namun, mata uang domestik berisiko kembali melemah apabila ketidakpastian global meningkat atau permintaan terhadap dolar AS bertambah.

Di dalam negeri, langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI) turut menjadi faktor penting dalam menjaga volatilitas nilai tukar. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan kebijakan bank sentral serta kondisi pasar keuangan untuk menentukan arah transaksi.

Dengan demikian, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dipengaruhi tarik-menarik antara sentimen global dan upaya stabilisasi domestik. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan dolar AS sebelum mengambil keputusan transaksi valuta asing.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *