JAKARTA – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Hari Selasa memperingatkan eskalasi permusuhan di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi “bencana” bagi puluhan juta orang, serta mendesak dilakukannya upaya segera untuk melindungi warga sipil.
“Warga sipil menanggung akibat yang tak dapat diterima dari operasi militer di Timur Tengah,” ujar Presiden ICRC Mirjana Spoljaric dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu (14/10).
Lebih jauh ia menyoroti jatuhnya korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan yang terjadi baru-baru ini di Arab Saudi, seraya memperingatkan dampak dahsyat permusuhan tersebut terhadap warga sipil.
Spoljaric mencatat jumlah kematian, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur sipil di Yaman – termasuk di Aden dan Sanaa – terus meningkat dengan “laju yang mengkhawatirkan.”
“Warga sipil dan objek sipil harus terhindar dari serangan,” tegasnya, sembari mengingatkan pihak-pihak yang berkonflik akan kewajiban mereka untuk membedakan antara target sipil dan militer.
Spoljaric juga memperingatkan, serangan terhadap pelabuhan, bandara, dan infrastruktur vital dapat berdampak parah bagi masyarakat yang bergantung padanya.
“Peningkatan intensitas permusuhan lebih lanjut akan menjadi bencana bagi puluhan juta orang,” ujarnya, seraya menyerukan de-eskalasi segera guna mencegah penderitaan lebih lanjut bagi warga sipil.
Diketahui, Arab Saudi telah menghadapi serangkaian serangan terhadap bandara dan fasilitas sipil dalam beberapa hari terakhir di tengah eskalasi konfrontasi militer dengan kelompok Houthi Yaman.
Sedangkan Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi pada bulan September 2014, sebelum koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada bulan Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Eskalasi ini bermula pada Bulan Juli tahun ini, menyusul periode ketenangan relatif setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB mulai berlaku pada bulan April 2022.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
