Dinda Kirana Ungkap Konflik Batin Diana dalam Tante Sonya, Berawal dari Keinginan Diakui Keluarga


JAKARTA – Merasa telah berkontribusi besar bagi keluarga, tetapi belum memperoleh kepercayaan yang sama dengan saudara sendiri menjadi persoalan yang dihadapi Diana dalam Tante Sonya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang dipahami Dinda Kirana saat mendalami karakter yang diperankannya. Dalam episode 7, kekecewaan

Diana terhadap perlakuan sang ayah mendorongnya mengambil keputusan yang berujung pada konflik keluarga sekaligus persoalan bisnis.

Diana menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) Dermawan Group dan turut menangani operasional perusahaan selama Sonya (Raihaanun) berada di Amerika Serikat. Situasi berubah setelah Sonya kembali dan mendapat kepercayaan untuk memimpin proyek investasi Nexora.

Keputusan tersebut membuat Diana mempertanyakan posisi dan kontribusinya selama ini, terlebih karena ia merasa telah memikul tanggung jawab ketika kakaknya tidak berada di perusahaan.

Dalam acara Tea Time with Dinda Kirana yang diselenggarakan WeTV bersama penggemar dan kreator konten di studio kantor Rapi Films pada 4 Oktober 2026, Dinda menjelaskan sudut pandangnya terhadap konflik yang dialami Diana.

“Diana merasa sudah bertahan dan melakukan banyak hal untuk keluarga, tapi tetap belum cukup untuk membuat papanya melihat dia. Jadi waktu Sonya kembali dipercaya, yang dia rasakan itu, ‘Terus selama ini aku ngapain?’ Buat aku, penting untuk memahami rasa kecewa itu supaya kita tidak langsung melihat Diana hanya sebagai adik yang iri,” ujar Dinda Kirana.

Perasaan tidak dihargai kemudian memengaruhi keputusan Diana. Ia bekerja sama dengan Lydia (Sarah Felicia) untuk mengungkap hubungan Sonya dan Ben (Maxime Bouttier) kepada publik. Akibatnya, Ben kehilangan pekerjaannya, Sonya dinonaktifkan, dan tanggung jawab atas proyek Nexora beralih kepada Diana.

Meski berhasil memperoleh posisi yang diinginkan, keputusan tersebut membawa konsekuensi lebih besar daripada yang berkaitan dengan kariernya. Hubungan keluarga ikut terguncang, sementara Martin (Hamish Daud) mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kepentingan bisnisnya di tengah konflik yang terjadi.

Menurut Dinda, persoalan antara Sonya dan Diana tidak bisa dilepaskan dari pola asuh serta ekspektasi sang ayah terhadap kedua anaknya. Keduanya menjalani pengalaman yang berbeda: Sonya memiliki alasannya sendiri untuk pergi, sedangkan Diana tetap harus menjalankan tanggung jawab perusahaan selama kakaknya tidak ada.

“Kita juga perlu melihat tuntutan Papa dan cara dia memperlakukan anak-anaknya. Sonya punya alasan untuk pergi, sementara Diana harus menghadapi tanggung jawab selama kakaknya tidak ada. Dua pengalaman itu sama-sama perlu didengar. Tapi memahami sakit hati Diana bukan berarti membenarkan caranya menjatuhkan Sonya. Dia tetap perlu bertanggung jawab atas tindakannya,” tambah Dinda.

Konflik Diana dan Sonya memperlihatkan bagaimana persoalan kepercayaan dan pengakuan dapat memengaruhi hubungan antarsaudara. Ketika urusan keluarga beririsan dengan tanggung jawab profesional, keputusan yang diambil karena kekecewaan pribadi pun dapat berdampak pada banyak pihak.

Pembahasan mengenai karakter Diana turut menjadi bagian dari kegiatan penayangan khusus dan diskusi bersama Dinda Kirana. Dalam pertemuan tersebut, penonton diajak melihat lebih jauh alasan di balik tindakan karakter serta konsekuensi yang muncul dari pilihannya.

Dibintangi Raihaanun, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Hamish Daud, WeTV Original Tante Sonya mengangkat dinamika hubungan keluarga yang berpadu dengan romansa dan persaingan bisnis. Episode terbaru serial ini tayang setiap Jumat melalui aplikasi WeTV dan situs resminya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *