Karhutla Tanjung Puting Jadi Sorotan, 247 Wisatawan Asing Masih Berada di Kawasan


JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, tidak hanya mengancam kawasan konservasi. Sebanyak 247 wisatawan mancanegara disebut masih berada di kawasan tersebut saat penanganan kebakaran berlangsung.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan kondisi itu kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

“Tanjung Puting ini menjadi perhatian dunia, Bapak, karena sampai saat ini hari ini saja ada 247 wisatawan mancanegara yang ada di wilayah Tanjung Puting,” kata Zainul.

Menurut Zainul, jumlah wisatawan asing yang mengunjungi kawasan Tanjung Puting sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar 66.000 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penanganan kebakaran di taman nasional itu mendapat perhatian khusus.

Tantangannya tidak ringan. Titik api tersebar dan sebagian berada di kawasan rawa yang sulit dijangkau kendaraan.

Zainul mengatakan personel yang masuk ke lokasi juga harus memperhitungkan kondisi alam dan satwa liar.

“Lokasinya memang sangat terpencar. Sangat terpencar wilayahnya dan wilayahnya rawa,” ujarnya.

Selain orang utan, ia menyebut kawasan tersebut juga menjadi habitat buaya, ular, dan satwa lainnya. Karena itu, keamanan personel menjadi bagian dari perhitungan ketika tim bergerak menuju titik kebakaran.

Pangdam mengatakan tim gabungan telah dibentuk bersama pemerintah daerah dan Polri untuk menangani kebakaran tersebut.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan kebakaran yang baru ditemukan di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai sekitar 513,89 hektare.

Prabowo meminta kawasan tersebut mendapat perhatian khusus karena berstatus taman nasional.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata Presiden.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *