JAKARTA – Apple dikabarkan merekrut sejumlah anggota tim Huxe AI sekaligus mendapatkan lisensi non-eksklusif atas teknologi startup audio personalisasi tersebut. Kesepakatan ini dilakukan tanpa mengakuisisi Huxe secara langsung.
Menurut Antara, disitat Minggu, 11 Oktober yang mengutip TechCrunch, informasi itu terungkap dari dokumen Apple yang disampaikan kepada Komisi Eropa.
Dalam dokumen tersebut, Apple menyebut telah sepakat memberikan tawaran kerja kepada “karyawan tertentu dari Huxe AI” dan memperoleh “lisensi non-eksklusif atas hak kekayaan intelektual Huxe”.
Skema semacam ini dikenal sebagai reverse acqui-hire. Perusahaan besar merekrut anggota tim utama dan mengambil lisensi teknologi tanpa membeli seluruh perusahaan.
Model tersebut semakin banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor kecerdasan buatan. Skema ini diperkirakan memberi perusahaan akses terhadap talenta dan teknologi tanpa memicu pengawasan antimonopoli sebesar akuisisi langsung.
Huxe sendiri didirikan oleh pengembang yang sebelumnya mengerjakan fitur podcast berbasis AI di NotebookLM, yang kini berganti nama menjadi Gemini Notebook.
Namun, Huxe mengumumkan penghentian operasional pada 21 Mei.
Perusahaan menyatakan akan menghapus aplikasinya dari toko aplikasi Apple dan Google, menghentikan layanan, serta menghapus data pengguna.
“Tim sedang beralih ke hal-hal baru, dan kami tidak akan melanjutkan pengembangan produk,” kata Huxe.
Tidak lama setelah pengumuman itu, Apple menyampaikan pemberitahuan mengenai kesepakatan dengan Huxe kepada Komisi Eropa pada 9 Juni.
Dokumen tersebut tidak menjelaskan siapa saja anggota tim Huxe yang menerima tawaran kerja dari Apple maupun apakah tawaran tersebut sudah diterima.
Apple juga belum mengungkapkan untuk apa teknologi Huxe akan digunakan.
Kesepakatan ini muncul sehari setelah Spotify memperkenalkan fitur pembuatan podcast berbasis AI.
Kemunculan waktu yang berdekatan itu memunculkan kemungkinan Apple tertarik membawa fungsi serupa ke aplikasi Podcast. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi mengenai rencana tersebut.
Belum jelas pula seberapa besar minat pengguna terhadap audio personalisasi berbasis AI jika dibandingkan dengan podcast konvensional.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
