KARAWANG – Dua warga meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak KA Parahyangan relasi Gambir-Bandung di perlintasan sebidang liar, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Minggu.
Kecelakaan terjadi di KM 67+400–500 antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan kedua korban terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Keduanya merupakan warga Desa Warung Bambu dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” kata Franoto, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Oktober.
Sebelum kecelakaan terjadi, masinis KA Parahyangan disebut telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan.
Namun, Franoto menegaskan kronologi lengkap dan penyebab kejadian masih harus didalami pihak berwenang.
Setelah menerima laporan, Polsuska bersama petugas pengamanan mendatangi lokasi dan mengamankan area kejadian.
KAI juga berkoordinasi dengan kepolisian dan aparat kewilayahan. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Karawang dengan pendampingan keluarga.
Insiden tersebut ikut merusak sejumlah komponen lokomotif dan mengganggu perjalanan kereta.
KA Parahyangan mengalami keterlambatan 18 menit, sedangkan KA 40 Sembrani terlambat 13 menit.
“Total dampak keterlambatan yang dilaporkan mencapai 31 menit,” ujar Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta mengingatkan kereta membutuhkan jarak pengereman panjang sehingga tidak bisa berhenti mendadak ketika ada hambatan di jalur.
Setelah kejadian, perlintasan liar tersebut ditutup oleh KAI bersama pemerintah daerah, kepolisian, aparat kewilayahan dan pihak terkait.
Masyarakat juga diminta menggunakan perlintasan resmi serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberangi rel.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
