Stok Darah Menipis di Papua, TNI-Polri-BIN Gelar Donor Massal di Timika


JAKARTA – TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara menggelar donor darah massal di Timika, Papua Tengah, setelah ketersediaan darah di sejumlah wilayah Papua disebut kerap terbatas, terutama untuk golongan A dan O. Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan untuk disalurkan ke fasilitas kesehatan dan PMI.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kegiatan itu melibatkan ratusan prajurit Satgas TNI, personel Polri, BIN serta masyarakat.

Donor darah digelar di Markas Batalyon Infanteri 754/ENK, Timika.

“Dari berbagai informasi yang kami terima, kondisi umum stok darah atau ketersediaan darah di berbagai wilayah Papua, mulai dari rumah sakit hingga PMI, secara umum bersifat fluktuatif dan sering kali berada dalam kondisi terbatas atau menipis, terutama untuk golongan darah tertentu, seperti A dan O,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, 11 Oktober.

Menurut Lucky, ratusan kantong darah yang terkumpul akan didistribusikan ke fasilitas kesehatan dan PMI di wilayah Papua.

Langkah itu ditujukan untuk mengantisipasi kekurangan darah sehingga pasien yang membutuhkan transfusi bisa mendapatkan pasokan tepat waktu.

Lucky mengatakan tantangan penyediaan darah di Papua tidak hanya berkaitan dengan jumlah stok. Kondisi geografis juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam menjaga pasokan tetap tersedia.

Karena itu, kegiatan donor melibatkan sejumlah instansi sekaligus agar pengumpulan darah dapat dilakukan dalam jumlah lebih besar.

Selain donor darah, kegiatan di Timika juga diisi dengan pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah hasil produksi istri prajurit TNI serta masyarakat sekitar.

Lucky menyebut sejumlah produk tersebut memiliki kualitas ekspor, tetapi dijual dengan harga terjangkau.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kogabwilhan III juga meresmikan Monumen Pengabdian Jenderal L.B. Moerdani di kantor Kogabwilhan III.

Peresmian dihadiri keluarga L.B. Moerdani sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa mantan Panglima ABRI tersebut.

Namun, fokus utama kegiatan tetap pada pengumpulan darah di tengah stok yang disebut tidak selalu mencukupi.

“Kegiatan kemanusiaan ini adalah bukti nyata keberadaan prajurit TNI di tanah Papua, bukan sekadar menjaga kedaulatan dan keamanan bumi Cenderawasih, namun juga menjadi benteng kemanusiaan,” ujar Lucky.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *