JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong dukungan internasional agar pencak silat bisa masuk sebagai cabang olahraga Olimpiade. Belanda dinilai memiliki posisi penting untuk memperluas pengenalan pencak silat di Eropa.
Fadli menyampaikan hal itu saat membuka 1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival di Amersfoort, Belanda, Sabtu, 10 Oktober.
“Kita memiliki aspirasi bersama agar Pencak Silat dapat menjadi bagian dari Olimpiade. Untuk mencapainya, diperlukan kerja sama internasional dan partisipasi yang semakin luas,” kata Fadli.
Menurut Fadli, dukungan dari komunitas pencak silat di berbagai negara diperlukan tanpa meninggalkan nilai budaya dan tradisi yang menjadi fondasinya.
Fadli mengatakan pencak silat tidak hanya berupa keterampilan bela diri. Tradisi ini juga memadukan seni, musik tradisional, filosofi, dan ajaran spiritual.
Pencak silat telah masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak 2019.
“Hingga saat ini, Kementerian Kebudayaan telah mencatat 3.277 elemen Warisan Budaya Takbenda Indonesia, termasuk tradisi Pencak Silat,” ujarnya.
Festival di Amersfoort berlangsung pada 10-11 Oktober dan diselenggarakan Nederlandse Pencak Silat Federatie atau NPSF.
Federasi tersebut saat ini menaungi sekitar 50 perguruan dengan lebih dari 700 praktisi terdaftar di Belanda.
Tiga delegasi dari Indonesia ikut dalam festival itu, yakni Panglipur Indonesia dari Jawa Barat, Harimau Singgalang dari Sumatera Barat, serta Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun dari Jawa Timur.
Mereka mengikuti pertunjukan, demonstrasi, lokakarya, dan kelas pelatihan bersama komunitas pencak silat di Belanda.
Fadli menilai keterlibatan komunitas lokal penting untuk memperluas pencak silat di luar Indonesia.
“Keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi Indonesia ini menunjukkan peran penting hubungan antar masyarakat dalam diplomasi budaya,” katanya.
Pemerintah juga mendukung festival tersebut melalui Dana Indonesia Raya, dana abadi kebudayaan yang diarahkan untuk membantu pelaku dan komunitas budaya Indonesia memperluas kegiatan serta pengembangan kapasitas.
Fadli berharap festival perdana itu berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan antara komunitas pencak silat Indonesia dan Belanda.
“Kami berharap Pencak Silat semakin dikenal oleh masyarakat dunia, sekaligus terus menjadi jembatan persahabatan dan fondasi hubungan antarbangsa yang kokoh melalui kebudayaan,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
