JAKARTA – Aktor Baskara Mahendra dipercaya memerankan karakter Alfian dalam film layar lebar bergenre horor komedi, Ghosting. Di tengah kepungan karakter hantu yang ramai dan heboh, Alfian hadir sebagai sosok penyeimbang yang tenang namun menyimpan pergulatan batin yang mendalam.
Baskara mengakui tantangan terbesar dalam film ini bukan terletak pada skrip dialog semata, melainkan bagaimana menciptakan kelucuan dari situasi sekitar yang kacau.
“Tantangannya mungkin memang di sini kan komedinya situasional gitu ya, bagaimana membuat itu menjadi lucu kayaknya. Itu sih tantangan terbesarnya,” kata Baskara Mahendra saat konferensi pers di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menghadapi energi lawan main yang meluap-luap di lokasi syuting diakui Baskara menjadi ujian konsentrasi tersendiri bagi dirinya maupun sang sutradara.
“Maksudnya kan bukan dari dialognya yang lucu, tapi gimana membawakan situasi yang lucu dan di sekitar orang-orang yang gak bisa diam ini, dan kayaknya ini tuh beneran pas syuting bener kayak gini,” jelasnya.
Suasana riuh para pemeran bahkan kerap kali membuat sutradara kewalahan hingga harus melepas penyuara telinga (headset) di tengah pengambilan gambar.
“Ini adalah pengalaman yang kalian alami sekarang adalah apa yang dialami sama Bu Ari setiap hari. Bu Ari pasti langsung ngelepas headset-nya kalau udah… berisik banget mereka,” kelakar Baskara memancing tawa hadirin.
Terkait proses membangun kedekatan dengan pemeran utama Yasamin Jasem, Baskara memilih cara santai dengan berkumpul bersama lingkaran pertemanan mereka.
“Kayaknya kalau sama Yayas, kemarin ini pertama kali kita ketemu di project ini, tapi teman-teman kita tuh masih hampir sama. Terus jadi kita malah akhirnya malah nongkrong sama teman-teman, gak melulu harus berdua,” tuturnya.
Di balik balutan humor dan teror hantu yang disajikan, Baskara membeberkan alasan sesungguhnya yang membuatnya mantap menerima tawaran membintangi film ini.
“Itu alasan saya menerima film ini sih. Begitu tahu cerita apa yang sebenarnya Alfian sedang alami dan kenapa Alfian nongkrongnya sama orang-orang yang berisik ini,” ungkap sang aktor.
Menurutnya, penonton akan menyadari kedalaman konflik emosional tokoh Alfian seiring berjalannya alur cerita menuju babak akhir.
“Karena emang dalem sekali juga gitu apa yang dialami sama Alfian dan rasa itu baru muncul kan di akhir ya, menuju ke akhir baru penonton akan melihat bahwa nggak cuman cerita komedi, gak cuman cerita berisiknya Maya gitu ya,” paparnya.
Baskara menegaskan bahwa motif utama Alfian berinteraksi dengan dunia gaib dilandasi oleh rasa rindu yang luar biasa besar terhadap sosok ibunya.
“Tapi memang rasa kangen itu mungkin yang lebih besar dibanding rasa takut menjadi pekerjaan itu,” lanjut aktor berusia 31 tahun ini dengan nada serius.
Kerinduan emosional tersebut berhasil menggeser nuansa seram menjadi sebuah kisah haru yang menyentuh sanubari penonton di bioskop.
“Dan mungkin itu juga alasan memilih pekerjaan itu kan juga ingin lebih dekat dan bisa apa ya… ini kali ya, bisa lebih dekat sama ibunya gitu. Itu yang mungkin salah satu alasan aku menerima project ini dan jadinya malah haru banget sebenarnya,” beber Baskara.
Baskara pun berharap pesan kasih sayang dan kehangatan keluarga di balik teror hantu film Ghosting dapat tersampaikan utuh kepada seluruh penonton.
“Nggak lagi-lagi jadi serem gitu, ceritanya sangat menyentuh. Jangan lupa saksikan tanggal 15 nanti di bioskop,” tutup Baskara mengakhiri perbincangan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
