Makan Malam Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur Bisa Ganggu Istirahat


JAKARTA – Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat kualitas istirahat menurun, terutama jika porsinya besar. Ahli gizi menyarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam agar tubuh punya waktu mencerna makanan sebelum berbaring.

Antara, disitat Jumat, 9 Oktober yang mengutip Real Simple, ahli gizi klinis Vanessa Hitch mengatakan jeda tersebut merupakan panduan umum, bukan aturan yang harus diterapkan secara kaku.

Pengaruh waktu makan terhadap tidur dapat berbeda pada setiap orang.

Makan dalam porsi besar menjelang tidur membuat sistem pencernaan tetap bekerja ketika tubuh mulai bersiap beristirahat. Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga dapat memicu refluks asam atau rasa panas di dada saat berbaring.

Sebuah uji coba yang dikutip Hitch menemukan perempuan muda yang makan malam satu jam sebelum tidur memiliki durasi tidur lebih pendek, lebih sering terbangun pada malam hari, dan efisiensi tidur lebih rendah dibandingkan mereka yang makan lima jam sebelumnya.

Namun, penelitian lain menunjukkan makan malam satu jam sebelum tidur tidak selalu mengubah pola tidur secara signifikan.

Perbedaan hasil itu menunjukkan dampak waktu makan terhadap tidur bisa berbeda pada setiap orang, meski tetap berpotensi memengaruhi proses metabolisme tubuh.

Di sisi lain, makan malam terlalu awal juga bukan tanpa masalah. Jeda yang terlalu panjang bisa membuat seseorang lapar sebelum tidur dan justru sulit terlelap.

Jika rasa lapar muncul menjelang tidur, Hitch menyarankan camilan ringan yang mudah dicerna, seperti yoghurt tawar atau buah dengan sedikit kacang.

Ia juga menyarankan waktu makan tetap teratur dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan mengikuti aturan jam yang terlalu ketat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *