JAKARTA – Pernah membeli skincare karena penasaran dengan ulasan yang ramai dibicarakan, lalu justru menemukan produk favorit yang jarang muncul di media sosial? Pengalaman seperti ini cukup dekat dengan keseharian para beauty enthusiast.
Di tengah banyaknya pilihan produk kecantikan, menemukan yang benar-benar cocok bisa menjadi perjalanan tersendiri. Ada yang senang mencoba warna lipstik baru, ada yang mulai lebih memperhatikan kesehatan kulit, dan ada pula yang menjadikan parfum sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Pilihan setiap orang bisa berbeda, begitu pula alasan di baliknya. Produk yang sedang populer belum tentu menjadi favorit semua orang. Sebaliknya, produk yang awalnya kurang dikenal bisa saja bertahan lama dalam rutinitas seseorang karena terasa cocok dengan kebutuhannya.
Kecenderungan ini memperlihatkan kecantikan semakin lekat dengan preferensi personal. Tren dapat menjadi alasan untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi pengalaman saat menggunakan produk turut menentukan apakah seseorang akan terus memakainya.
Dinamika tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti dalam Sociolla Awards 2026. Mengusung tema “Choice. Culture. Icons. Defining Beauties Forward”, ajang yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 ini kembali melihat hubungan antara pilihan konsumen, tren, dan produk yang menjadi bagian dari keseharian mereka.
Memahami perkembangan dunia kecantikan tidak cukup hanya dengan melihat produk yang ramai dibicarakan. Ulasan pengguna, pengalaman saat memakai produk, performa merek, serta perubahan minat konsumen juga dapat memberi gambaran yang lebih luas.
Co-founder dan CMO Social Bella Indonesia, Chrisanti Indiana, menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam penyelenggaraan Sociolla Awards tahun ini.
“Sebagai beauty ecosystem, kami berkesempatan melihat beauty dari berbagai sisi, mulai dari apa yang konsumen cari, pilih, review, hingga bagaimana sebuah produk berkembang dan mendapatkan perhatian di tengah perubahan tren,” katanya Chrisanti dalam keterangannya kepada VOI, Jumat, 9 Oktober.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui Sociolla 100 Hotlist, daftar yang memuat 100 produk dari 25 kategori kecantikan. Proses kurasinya mempertimbangkan ulasan pengguna, performa merek, data konsumen, serta perkembangan tren.
Dengan cakupan tersebut, daftar ini menghadirkan gambaran tentang beragam kategori yang mendapat perhatian konsumen, mulai dari skincare dan makeup hingga body care, hair care, dan fragrance.
Data internal Sociolla juga mencatat pertumbuhan pembelian yang berbeda di sejumlah kategori. Sepanjang periode yang dilaporkan, makeup tumbuh 44 persen, skincare 18 persen, body care 10 persen, dan hair care 20 persen. Sementara itu, kategori fragrance mencatat pertumbuhan sebesar 144 persen.
Angka tersebut merupakan data internal perusahaan, sehingga tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan pasar kecantikan Indonesia. Namun, data itu menunjukkan bahwa minat konsumen di dalam ekosistem Sociolla tidak hanya berkutat pada riasan dan perawatan kulit. Perawatan tubuh, rambut, serta wewangian juga memiliki tempat dalam kebiasaan merawat diri.

Parfum, misalnya, dapat dipilih karena aromanya mengingatkan seseorang pada momen tertentu atau terasa sesuai dengan suasana hati. Produk perawatan kulit mungkin dipertahankan karena cocok digunakan setiap hari.
Sementara itu, makeup bisa menjadi sarana bereksperimen dengan penampilan. Setiap kategori memiliki peran berbeda, bergantung pada kebutuhan dan pengalaman masing-masing pengguna.
Perubahan minat tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kategori Sociolla Awards setiap tahun. Daftar produk dan kategori yang dihadirkan ikut mengikuti dinamika pilihan konsumen serta munculnya temuan baru di dunia kecantikan.
Setelah melalui proses kurasi, 100 produk dalam Sociolla 100 Hotlist memasuki tahap voting. Konsumen dapat memberikan suara secara daring melalui situs Sociolla dengan memilih produk favorit mereka.
Voting berlangsung pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Proses ini dapat diikuti oleh anggota SOCO yang telah terdaftar hingga akhir periode voting. Setiap akun memiliki satu kesempatan untuk memilih minimal satu produk favorit di setiap kategori.
Bagi yang ingin berpartisipasi, pilihan dapat ditelusuri melalui halaman voting. Pengguna juga bisa mencari produk berdasarkan nama merek untuk mempermudah proses pemilihan. Sebelum mengirimkan suara, pastikan pilihan sudah sesuai karena setiap akun hanya memiliki satu kesempatan voting.
Pemenang Sociolla Awards 2026 dijadwalkan diumumkan pada 19 November 2026.
Di luar hasil akhirnya, pilihan konsumen dapat menjadi salah satu cara untuk membaca kebiasaan dan minat yang berkembang di tengah komunitas beauty enthusiast. Produk yang dipilih bukan selalu produk yang paling sering terlihat di media sosial, melainkan bisa juga produk yang sudah akrab dengan rutinitas sehari-hari.
Chrisanti merangkum hubungan antara pilihan personal dan tren kecantikan melalui pandangan berikut.
“Pada akhirnya, beauty selalu dimulai dari pilihan,” kata Chrisanti.
Di saat pilihan serupa dibuat oleh banyak konsumen, preferensi tersebut dapat berkembang menjadi tren, membentuk budaya kecantikan, dan membuat produk tertentu semakin lekat dengan keseharian.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
