JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menutup perdagangan Jumat dengan kenaikan 1,04 persen ke level 6.093,76. Seluruh 11 sektor saham berakhir di zona hijau meski pasar masih dibayangi ketidakpastian global.
IHSG naik 62,48 poin. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 1,35 persen atau 8,03 poin menjadi 601,67.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai kenaikan IHSG menunjukkan pasar domestik masih mampu bertahan di tengah tekanan eksternal.
“IHSG jelang akhir pekan menguat di tengah tekanan eksternal. Penguatan tampaknya memberikan gambaran akan resilience dalam negeri terjaga di saat tekanan global,” kata Nico dikutip dari Antara, Jumat, 9 Oktober.
Dari luar negeri, pasar mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026. Trump menyebut pembicaraan dengan Teheran berlangsung produktif.
Meski demikian, AS masih mempertahankan blokade laut terhadap Iran dan menegaskan tidak akan membiarkan negara tersebut memiliki senjata nuklir.
Sentimen lain datang dari sektor teknologi. Kekhawatiran terhadap prospek pendapatan OpenAI kembali memunculkan kecemasan soal gelembung investasi kecerdasan buatan atau AI.
Laporan pendapatan OpenAI disebut mengecewakan pasar dan memicu aksi jual saham teknologi AS karena investor mulai mempertanyakan tingkat pengembalian investasi di sektor AI.
Pasar juga menunggu hasil pertemuan China dan Uni Eropa di Beijing. Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran terhadap defisit perdagangan barang Uni Eropa dengan China serta pembatasan ekspor mineral langka dan mineral penting lainnya oleh Beijing.
Dari dalam negeri, sentimen datang dari hasil survei Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen September 2026 berada di level 118,1 atau masih dalam zona optimistis.
Indeks Penjualan Riil juga tumbuh 1,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 1,1 persen.
Nico mengatakan data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup bertahan. Namun, pasar tetap mencermati daya beli masyarakat dan kemungkinan perbedaan antara persepsi kondisi saat ini dengan ekspektasi ke depan.
IHSG bergerak di zona positif sejak pembukaan hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor menguat. Sektor industri mencatat kenaikan terbesar 1,79 persen, disusul barang baku 1,59 persen dan infrastruktur 1,26 persen.
Sebanyak 407 saham menguat, 245 saham turun, dan 311 saham tidak berubah. Nilai transaksi mencapai Rp9,91 triliun dari 37,53 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,41 juta transaksi.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei naik 0,15 persen ke 69.144,00, Shanghai menguat 0,05 persen ke 3.813,79, dan Hang Seng melonjak 1,79 persen ke 24.211,35. Sementara Strait Times turun 0,16 persen ke 5.404,50.
Indeks Kospi Korea Selatan tidak diperdagangkan karena libur nasional memperingati Hangul Day.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
