JAKARTA – Presiden Donald Trump mengatakan pada Hari Kamis, Amerika Serikat (AS) tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu karena kedua belah pihak sedang melakukan “diskusi yang produktif.”
“Kami tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum Pemilihan Paruh Waktu yang akan diadakan di Amerika Serikat pada tanggal 3 November,” tulis Presiden Trump di platform media sosial, Truth Social, dilansir dari Anadolu (9/10).
Presiden Trump mengatakan AS dan Iran sedang melakukan “diskusi yang produktif,” sembari menegaskan bahwa blokade terhadap Iran “akan tetap berlaku sepenuhnya.”
Ia juga mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz berada pada “angka rekor,” dengan menyatakan 22 juta barel telah melewati jalur perairan tersebut pada hari Rabu dan “tidak ada satu barel pun” yang berasal dari atau ditujukan ke Iran.
“Iran tidak akan memiliki senjata nuklir!” tambahnya.
Komentarnya muncul di tengah laporan media bahwa Gedung Putih meminta Pentagon untuk menyusun opsi serangan terhadap target-target Iran yang dapat dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, yang memicu respons Tehran berupa serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di kawasan tersebut serta penutupan efektif Selat Hormuz, jalur utama bagi pasokan energi global. Belakangan, AS juga melakukan blokade terhadap kapal-kapal komersil dari dan ke pelabuhan Iran.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Bulan Juni menyusul upaya mediasi oleh Pakistan dan Qatar untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan bagi negosiasi.
Namun, pelaksanaannya sejak itu terhenti di tengah berbagai perbedaan pendapat, termasuk mengenai keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
