Wantimpres Era Prabowo Punya 26 Anggota, Pratikno Sebut Jadi Kekuatan


JAKARTA – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) angkat bicara soal kritik publik terkait pembengkakan jumlah keanggotaannya. Struktur Wantimpres era Presiden Prabowo Subianto tercatat beranggotakan 26 orang, rekor terbanyak dalam sejarah pemerintahan.

Angka ini hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan dua era pemerintahan sebelumnya, yakni era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibatasi hanya sembilan orang, terdiri dari satu ketua dan delapan anggota.

Merespons keraguan publik mengenai potensi ketidakefektifan Watimpres akibat membengkaknya jumlah anggota, Ketua Wantimpres Pratikno menegaskan pihaknya akan bekerja maksimal memanfaatkan keberagaman latar belakang para anggota.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Pratikno di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 8 Oktober.

Menurut Pratikno, gemuknya struktur saat ini justru menjadi kekuatan lantaran menghimpun ragam pengalaman, pengetahuan, serta kearifan para tokoh nasional untuk menghasilkan masukan yang utuh bagi presiden.

“Jadi kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif, lebih utuh gitu dengan bukan hanya pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga kearifan dari masing-masing anggota ya,” ucapnya.

Senada dengan Pratikno, Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa membantah anggapan bahwa besarnya jumlah anggota akan menyulitkan proses pengambilan keputusan presiden.

Hatta menegaskan, seluruh anggota berkomitmen memberikan saran dan pertimbangan berkualitas tinggi guna mendukung efektivitas kepemimpinan presiden.

Hatta juga menjelaskan bahwa seluruh alur kerja dan mekanisme pengambilan keputusan telah diatur secara sistematis oleh jajaran Wantimpres melalui peraturan internal lembaga.

“Kami harus menjawab harapan publik untuk betul-betul bisa memberikan nasihat dan pertimbangan yang berkualitas kepada bapak presiden agar betul-betul bisa membantu presiden, ini kan di bawah presiden. Jadi, enggak-lah kalau sampai sulit mengambil keputusan, enggak begitu,” tutur Hatta.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *