Aleksander Ceferin Kembali Maju sebagai Calon Presiden UEFA


JAKARTA — Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin memastikan dirinya kembali mencalonkan diri untuk memimpin badan sepak bola Eropa tersebut untuk periode keempat.

Keputusan itu disampaikan Ceferin kepada 55 asosiasi sepak bola nasional anggota UEFA dalam pertemuan di Berlin, Kamis.

“Saya ingin berterima kasih kepada asosiasi-asosiasi nasional atas kepercayaan mereka. Kami menghadapi tantangan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan menghadapinya sebagai satu tim. Masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, karena itu saya menerima permintaan mereka,” kata Ceferin seperti dilansir The Athletic.

Sebelumnya, Ceferin menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali. Namun, UEFA menyebut keputusan tersebut berubah setelah seluruh 55 asosiasi sepak bola nasional anggota secara bulat meminta pria asal Slovenia itu mempertimbangkan kembali keputusannya.

“Saya tetap memiliki ambisi yang sama: menjaga sepak bola Eropa tetap bersatu, membuat permainan ini semakin kuat, dan meninggalkan UEFA dalam kondisi siap untuk generasi berikutnya,” ujar Ceferin.

Ceferin, yang kini berusia 58 tahun, pertama kali terpilih sebagai Presiden UEFA pada 2016 untuk menggantikan Michel Platini.

Platini mundur dari jabatannya setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menjatuhkan larangan beraktivitas di sepak bola terkait kasus korupsi FIFA.

Jika kembali terpilih, Ceferin akan menjalani periode empat tahun terakhirnya sebagai Presiden UEFA. Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam Kongres UEFA di Kazakhstan pada April 2027.

UEFA Bahas Tata Kelola FIFA

Selain pencalonan Ceferin, pertemuan 55 asosiasi nasional UEFA di Berlin juga membahas masa depan tata kelola dan kepemimpinan FIFA.

UEFA selama ini menjadi salah satu pihak yang secara terbuka mengkritik kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu gagasan yang diusulkan UEFA adalah agar presiden FIFA lebih berperan sebagai sosok yang “memimpin, bukan mengelola” organisasi sepak bola dunia tersebut.

Gagasan itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai arah tata kelola sepak bola internasional dan peran kepemimpinan FIFA ke depan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *