Meski Sempat Layu, Transaksi Aset Kripto Indonesia Naik Hampir 13 Persen


JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, setelah mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya.

Kenaikan sekitar 12,87 persen secara bulanan ini terjadi bersamaan dengan pertumbuhan jumlah akun konsumen aset kripto. Di mana hingga Agustus 2026, jumlah akun konsumen tercatat mencapai 23,21 juta akun.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perbaikan sentimen pasar global menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan aktivitas perdagangan aset kripto pada Agustus.

“Kami melihat kenaikan transaksi kripto pada Agustus 2026 terutama didorong oleh membaiknya sentimen global yang langsung berdampak ke harga aset kripto. Bitcoin adalah penggeraknya,” ujar Yudho dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 6 Oktober.

Menurut Yudho, kenaikan tersebut disebabkan oleh harga Bitcoin yang meningkat sekitar 25% pada Agustus, yang mendorong kembali aktivitas investor ritel, baik dari investor yang sebelumnya sudah bertransaksi maupun pengguna baru.

Selain pergerakan harga Bitcoin, kondisi makro ekonomi global turut mempengaruhi sentimen pasar. Yudho mengatakan, kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda, sementara harga minyak turun dan arus dana institusional kembali masuk ke produk ETF Bitcoin.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar 3,52 miliar dollar AS pada Agustus. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang 2026 dan meningkat dibandingkan arus masuk sebesar 172 juta dollar AS pada Juli.

“Arus dana sebesar ini memberi sinyal kepercayaan ke pasar, termasuk ke investor di Indonesia yang sangat memperhatikan pergerakan pasar global,” kata Yudho.

Aktivitas perdagangan juga mendapat dorongan dari faktor teknikal. Yudho mencatat posisi short yang terlikuidasi pada Agustus mencapai 6,55 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi long yang terlikuidasi sebesar 3,16 miliar dollar AS.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat mempercepat pergerakan harga ketika Bitcoin menembus level psikologis tertentu. Salah satunya ketika Bitcoin kembali melewati level 80.000 dollar AS.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *