JAKARTA – Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali menilai, perkembangan kecerdasan artificial intelligence (AI) menuntut bank sentral memperkuat pendekatan bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan kawasan.
Menurutnya, kerja sama regional menjadi semakin strategis untuk membangun tata kelola AI yang terpercaya, memperkuat kapasitas pengawasan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi sistem pembayaran dan inklusi keuangan.
“AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara,” ujarnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN), dikutip Selasa, 6 Oktober.
Ricky menyebut terdapat tiga prioritas yang perlu diperkuat bank sentral di era AI yaitu pertama, membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel.
Selanjutnya kedua, dengan memanfaatkan AI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan berdaya tahan.
Ketiga, memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN, antara lain melalui dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, serta riset bersama.
“AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” tegas Ricky.
Ia juga menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarbank sentral dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
“Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral,” tutur Ricky.
Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park menyoroti pentingnya interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan.
Menurutnya, keterhubungan antarsistem pembayaran harus didukung standar dan regulasi yang kompatibel, serta kerangka pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi yang jelas.
Ia menambahkan penguatan fondasi tersebut dinilai dapat memperluas konektivitas pembayaran lintas negara sehingga mendukung aktivitas perdagangan dan investasi regional.
Di sisi lain, Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi peran bank sentral di tengah perkembangan AI.
Menurutnya, bank sentral perlu memahami perubahan yang ditimbulkan AI terhadap perekonomian dan teknologi, sekaligus mengantisipasi risiko sistemik akibat ketergantungan terhadap penyedia platform AI tertentu.
Ia menyampaikan kepercayaan menjadi elemen penting bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.
Konferensi yang mengusung tema “Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia” tersebut mempertemukan berbagai perspektif mengenai perkembangan AI dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral.
Adapun diskusi panel menghadirkan perwakilan dari European Central Bank, Bank of Korea, Hong Kong Monetary Authority, Banque de France, Asian Development Bank Institute, University of Tokyo, Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika), serta Bank Rakyat Indonesia.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee (EXCO) Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin Ricky.
Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi antarbank sentral di kawasan.
“Penguatan tata kelola, efektivitas organisasi, dan akuntabilitas menjadi landasan penting agar kolaborasi melalui SEACEN terus memberikan nilai tambah bagi anggotanya,” ucap Ricky.
Ke depan, Ricky menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan bank sentral serta mitra internasional untuk meningkatkan kesiapan kawasan dalam membangun ekosistem keuangan yang inovatif, aman, inklusif, dan berdaya tahan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
