JAKARTA – Sejumlah wilayah di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kekeringan akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau.
Untuk memenuhi kebutuhan air warga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan satu unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter.
Pelayanan air bersih tersebut dikoordinasikan oleh pihak Kecamatan Palue dengan menjangkau enam desa, yakni Nitunglea, Rokirole, Tuanggeo, Ladolaka, Maluriwu dan Reruwairere.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kebutuhan air masyarakat menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air.
“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air bersih dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober.
Kementerian PU Siapkan 24 Hidran
Selain mobil tangki, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTT Ditjen Cipta Karya Kementerian PU mengirimkan 24 unit Hidran Umum (HU) ke Pulau Palue.
Masing-masing hidran memiliki kapasitas 2.300 liter dan akan ditempatkan di sejumlah dusun.
Penempatan tersebut ditujukan untuk mendekatkan titik pelayanan air bersih dengan permukiman warga.
Saat ini, 24 hidran tersebut masih dalam perjalanan ke Pulau Palue.
Adapun penanganan kekeringan di Pulau Palue dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian PU dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, termasuk pemerintah kecamatan serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi tersebut mencakup penentuan lokasi penempatan sarana air bersih dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kementerian PU akan terus memantau kondisi serta kebutuhan masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Pulau Palue,” pungkas Dody.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
