Pelaku Aniaya ABK Bisa Dijerat Pidana Penganiayaan dan Perdagangan Orang



JAKARTA – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok masih mendalami motif adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) buntut kasus penganiayaan 4 orang anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 pada Senin, 5 Oktober 2026.

“Ada dua penegakkan hukum yang akan dilaksanakan. Penegakkan hukum terhadap dugaan tindak pidana penganiayaan dan penegakkan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri.

Sekedar diketahui, jumlah ABK korban penyiksaan di KM Maulana 23 berjumlah 4 orang. Selain Ilyas Salahudin, tiga korban penganiayaan lainnya bernama Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono.

Keempat ABK tersebut berangkat dari Dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dengan tujuan Merauke pada akhir Juli 2026.

Dalam perjalanan, kapal kemudian berada di wilayah Kepulauan Aru. Keempat korban direkrut pada pertengahan Juli 2026 melalui seorang perantara atau calo.

Terkait praktik dugaan adanya perdagangan orang, hingga kini anggora Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok masih melakukan pendalaman.

“(Tersangka TPPO) Belum (ada penetapan), Minggu malam anggota kami sudah berangkat untuk memeriksa kesana,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP A. A Ngurah Made Pandu Prabawa.

Sebelumnya diberitakan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengunjungi rumah Ilyas, salah satu korban penganiayaan ABK KM Maulana 23 di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu, 4 Oktober, malam.

“Kami mendatangi rumah ibu korban atasnama Ilyas Salahudin yang kita kenal sebagai salah satu korban dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kapal penangkap cumi KM Maulana 23,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri kepada wartawan.

Saat ini, kondisi Ilyas salah satu ABK korban penganiayaan masih dalam perawatan di rumah sakit wilayah Kepulauan Aru. Kondisi korban sudah mulai pulih membaik.

“Kondisi korban sedang dalam pemulihan karena kemarin sudah kita larikan ke rumah sakit. Tadi pagi sudah bisa komunikasi dengan keluarganya. Dari pantauan kami, kondisi korban sudah pulih,” katanya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *