Ekonomi Kreatif Tembus Rp1.757 Triliun, Pemerintah Bidik IP Jadi Sumber Devisa


JAKARTA – Pemerintah ingin kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) Indonesia tak berhenti menjadi karya yang dikenal publik. IP dari produk ekonomi kreatif didorong masuk pasar global agar menghasilkan nilai ekonomi dan menambah devisa negara.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan IP menjadi bagian penting dalam mendorong kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.

“Tidak hanya seni budayanya yang kita bawa keluar, tetapi juga IP dari ekonomi kreatifnya supaya memberikan nilai ekonomi yang menambah devisa negara,” kata Riefky dalam pertemuan bersama pimpinan media, Rabu, 30 Oktober.

Dorongan itu disampaikan dalam Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) yang dihadiri 30 pimpinan media nasional.

Potensi ekonominya cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Ekonomi Kreatif, Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dengan pertumbuhan 6,86 persen. Angka pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja muda. Tenaga kerja ekonomi kreatif didominasi milenial sebesar 36,63 persen dan Gen Z 26,40 persen.

Pemerintah akan membawa agenda penguatan IP tersebut ke The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Indonesia menjadi tuan rumah konferensi yang ditargetkan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy serta memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global.

Riefky menilai WCCE dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional melalui diplomasi dan kolaborasi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan WCCE 2026 akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai pemerintah hingga pelaku bisnis. Pertemuan antarpemerintah atau G2G juga masuk dalam agenda.

“WCCE ini adalah untuk membawa resolusi ini ke United Nations, selain itu, ini menjadi ajang di mana stakeholders akan berkumpul bersama dari government hingga bisnis. Terlebih lagi WCCE bukan hanya ada plenary meeting tapi juga ada G2G meeting,” kata Irene.

Wakil Pemimpin Redaksi TV One Wahyu Kustyanto menilai ekonomi kreatif berpeluang menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia karena tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas.

“Karena kan kalau kreativitas itu kan tidak ada matinya, sementara, kalau sumber daya alam kan ada habisnya. Jadi harusnya memang negara, pemerintah harus serius betul menggarap ekonomi kreatif ini,” ujarnya.

Melalui FRAME, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menggandeng media untuk memperkuat pemahaman mengenai kebijakan ekonomi kreatif dan pengembangan pasar global berbasis IP.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *