
JAKARTA – Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (Pemira) akan menggelar konsolidasi nasional yang melibatkan 88 entitas, kelompok, organisasi, pemuda lintas profesi, agama dan golongan yang akan dilaksanakan di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Oktober, mendatang.
“Di tanggal 8 nanti kita akan menyiapkan draft manifesto pemuda menyongsong Indonesia 2045. Selanjutnya kita akan mengajak anak-anak muda non partisan menjadi partisan, artinya dari non partai akan menjadi migrasi besar-besaran ke dalam partai,” kata Koordinator Pemira, Bintang Wahyu Saputra di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kata Bintang, migrasi besar-besaran pemuda ke dalam partai adalah partai yang pro terhadap rakyat. Dia pun tidak menyebut salah satu partai.
“Partai-nya apa tentu kita akan pilih partai yang pro terhadap kepentingan pemuda itu sendiri dan mempunyai keselarasan yang sama dengan semangat sumpah pemuda tentunya. Dan kita akan memilih partai yang pro terhadap rakyat. Makanya kita akan lihat nanti seperti apa dan bagaimana di tanggal 8,” tegasnya.
Kegiatan konsolidasi tersebut dilaksanakan Pemira menyusul perayaan Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Bintang mengatakan, 88 entitas yang akan hadir pada 8 Oktober mendatang berasal dari seluruh Indonesia.
“Untuk jumlah peserta itu ada 88 entitas artinya perwakilan dari 88 kelompok, organisasi, OKP, aktivis, komunitas, mungkin ada selebgram dari komunitas esport dan lain sebagainya. Itu akan berkumpul menyuarakan satu pandangan yang sama,” katanya.
Lebih lanjut Bintang mengatakan, dalam konsolidasi pertemuan Pemira di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat tersebut menjadi langkah awal menuju agenda puncak “Konsolidasi Kekuatan Aktivis, Pemuda, Mahasiswa, Lintas Profesi, Agama, dan Golongan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Pemira memaknai Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai lompatan kesadaran radikal dimana generasi terdahulu berani melampaui sekat identitas demi melahirkan identitas tunggal kebangsaan.
Menjelang usia 100 tahun momentum Sumpah Pemuda, sambungnya, tantangan zaman telah berubah dari yang mulanya merebut kemerdekaan menjadi perjuangan mengisi kemerdekaan, menegakkan kedaulatan multidimensi baik pangan, energi, teknologi, industri, dan data serta membangun keadilan sosial.
Bintang juga mengatakan, konsolidasi ini tidak bertujuan untuk menyeragamkan organisasi atau pandangan, melainkan untuk melahirkan titik temu perjuangan (common ground) demi agenda bangsa yang lebih besar di atas kepentingan sektoral.
“Jika Sumpah Pemuda 1928 menyatukan kesadaran kita sebagai satu bangsa, maka konsolidasi menuju satu abad Sumpah Pemuda harus menyatukan cita-cita kita tentang Indonesia yang hendak dibangun,” ujarnya.
Pihaknya juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan kontemporer yang mendesak untuk segera disikapi oleh generasi muda demi menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Mulai dari polarisasi sosial akibat maraknya politik identitas, kesenjangan ekonomi yang melebar, serta masifnya disinformasi di era digital menjadi ancaman nyata bagi persatuan nasional. Selain itu, ketergantungan pada penguasaan teknologi asing dan isu krisis lingkungan menuntut pemuda tidak lagi menjadi penonton pasif.
Dalam pertemuan di kawasan TIM Jakarta Pusat, dihadiri sejumlah tokoh pemuda mulai dari Ketum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Periode 2018-2026, Bintang Wahyu Saputra, Ketum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Periode 2023-2025, I Wayan Darmawan, Ketum DPP Forum Komunikasi Santri Muhammad Natsir Sahib.
Korpus BEM Seluruh Indonesia periode 2025/2026 Muzammil Ikhsan, Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia 2019-2025 Muh Ageng Dendy. Selanjutnya Sekjen Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia Periode 2021-2024, Ravindra, (Sekjen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Periode 2021-2023 Zaki Nugraha, Ketua PB HMI Periode 2022-2024 Arven Marta.
Selanjutnya Pemuda Muslimin Indonesia Rizky serta Alumni Pelajar Islam Periode 2021-2023, Yaumal Akbar, dan Pemuda Katolik Ignatius Arie Titahelu.
“Kehadiran para tokoh lintas elemen ini mempertegas soliditas barisan pemuda yang siap mengawal arah masa depan bangsa,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
