DENPASAR – Wisatawan Prancis membuat kejutan di Bali pada Agustus 2026. Kunjungannya melonjak 20,42 persen menjadi 41.937 orang, menyalip India dan menempatkan Prancis sebagai pasar wisatawan terbesar ketiga pada bulan tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat perubahan itu terjadi ketika total kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata justru turun 1,69 persen dibanding Juli menjadi 685.994 kunjungan.
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan lonjakan wisatawan Prancis antara lain didorong musim liburan di Eropa dan kondisi cuaca yang sangat panas.
“Prancis itu meningkat 20,42 persen dengan 41.937 kunjungan,” kata Agus Gede di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 1 Oktober.
Australia masih menjadi pasar terbesar Bali dengan 161.258 kunjungan atau 23,51 persen dari total wisman. Namun, jumlah wisatawan Australia turun 7,61 persen seiring berakhirnya libur sekolah.
Tiongkok berada di posisi kedua dengan 47.613 kunjungan. Setelah Prancis di urutan ketiga, India turun ke posisi keempat dengan 34.837 kunjungan, disusul Inggris sebanyak 32.928 kunjungan.
Lima negara tersebut menyumbang hampir separuh wisatawan asing yang datang ke Bali sepanjang Agustus.
Kenaikan wisatawan Prancis ikut mendongkrak pasar Eropa. Kunjungan dari kawasan tersebut naik 4,92 persen menjadi 220.047 orang, pertumbuhan tertinggi dibanding kawasan lainnya.
Sebaliknya, Oceania turun 8,10 persen menjadi 179.641 kunjungan. Asia turun 0,71 persen menjadi 141.033 kunjungan, sedangkan kawasan Amerika turun 10,21 persen menjadi 35.524 kunjungan.
Penurunan lebih dalam terjadi pada wisatawan dari Timur Tengah yang merosot 17,87 persen menjadi 12.531 kunjungan.
ASEAN bergerak sebaliknya dengan kenaikan 1,25 persen menjadi 55.939 kunjungan. Afrika juga tumbuh 15,74 persen menjadi 11.286 kunjungan.
Agus Gede menilai kenaikan dari Eropa menarik karena terjadi ketika pemerintah belakangan lebih banyak menyasar pasar wisatawan jarak dekat atau short haul.
“Yang disasar oleh pemerintah yang jarak dekat untuk lebih memudahkan promosi dan segala macam, kemudian Eropa yang belum disasar bisa mengalami peningkatan, meningkatnya dominan karena Prancis soalnya ya,” ujarnya.
Menurut Agus Gede, pertumbuhan wisatawan Eropa menjadi kabar baik karena mereka umumnya tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak selama berwisata.
Meski turun secara bulanan, jumlah wisman ke Bali pada Agustus masih tumbuh 0,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, catatan delapan bulan pertama 2026 belum sepenuhnya pulih. Sepanjang Januari-Agustus, Bali menerima 4.586.959 kunjungan wisman, turun sekitar 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Australia tetap menjadi penyumbang terbesar secara kumulatif dengan 1.138.634 kunjungan, disusul Tiongkok 401.762 dan India 352.510 kunjungan. Inggris berada di posisi keempat dengan 202.759 kunjungan, sementara Korea Selatan mencatat 191.386 kunjungan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
