JAKARTA – Armanatha Nasir mengaku baru mengetahui dirinya akan menjadi Menteri Luar Negeri pada Kamis siang, 1 Oktober. Pemberitahuan diterimanya tidak lama sebelum diminta datang ke Istana Kepresidenan pukul 12.30 WIB.
“Saya sendiri baru tahu tadi siang. Diminta untuk datang ke Istana pada pukul 12.30. Pemberitahuannya juga tidak lama sebelum itu,” kata Armanatha di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Armanatha mengatakan pemberitahuan awal disampaikan melalui WhatsApp. Setelah itu, ia menerima telepon dari Sekretaris Kabinet.
“Lewat WhatsApp, dan ditelepon oleh Pak Seskab,” ujarnya.
Menariknya, saat menerima informasi tersebut, Armanatha sedang bersama Sugiono, Menteri Luar Negeri yang kemudian mendapat tugas baru sebagai menteri koordinator.
“Karena waktu saya diinformasikan, saya sedang bersama dengan Pak Menlu,” katanya.
Armanatha menyebut keduanya saat itu berada di kantor.
Setelah mendapat tugas baru, Armanatha memastikan kebijakan luar negeri Indonesia tidak berubah. Ia akan melanjutkan program yang telah dijalankan Sugiono dengan tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif.
Menurut Armanatha, kepentingan nasional tetap menjadi prioritas. Indonesia juga akan terus mengambil peran dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan maupun tingkat global.
Armanatha mengatakan struktur wakil menteri di Kementerian Luar Negeri juga belum berubah.
“Sampai saat ini masih tetap dua Wamenlu. Belum ada informasi terkait dengan tambahan Wakil Menteri Luar Negeri,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
