NATO akan Memperkuat Pertahanan Anti-drone Berbiaya Murah


JAKARTA – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan memperkuat sistem pertahanan anti-drone yang berbiaya lebih rendah agar aliansi tersebut tidak perlu mengerahkan jet tempur canggih untuk menghadapi ancaman berbiaya murah, kata Sekretaris Jenderal Mark Rutte pada Hari Selasa.

“Kami akan memperkuat pertahanan anti-drone yang lebih murah agar kami tidak menggunakan jet tempur kelas atas untuk menghadapi ancaman berbiaya rendah,” ujar Rutte dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Lituania Mindaugas Sinkevicius, di markas besar NATO, dilansir dari Anadolu (30/9).

Rutte mengatakan, serangkaian insiden drone di sepanjang sisi timur wilayah aliansi menunjukkan bagaimana ancaman tersebut terus berkembang.

NATO sedang memperkuat pertahanan udara dan rudal terpadunya melalui “pendekatan berlapis dengan cakupan 360 derajat” serta menyesuaikan postur pertahanannya dalam menghadapi drone lewat inisiatif seperti Drone Edge, tambahnya.

Ia kemudian mencontohkan insiden dua pekan lalu, di mana jet tempur Italia yang dikerahkan NATO dari Pangkalan Udara Siauliai di Lituania menembak jatuh sebuah drone yang melanggar wilayah udara Lituania.

Sekjen Rutte menyebut peristiwa itu sebagai wujud nyata dari “pertahanan kolektif”.

Sementara itu, PM Sinkevicius mengatakan pertahanan udara dan kesiapsiagaan di sisi timur NATO menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan mereka.

Ia menyatakan Lituania tetap berada di jalur yang tepat untuk menampung brigade Jerman yang akan ditempatkan secara permanen di negara itu pada akhir tahun 2027.

Kedua pemimpin juga menegaskan kembali dukungan mereka bagi Ukraina.

Sekjen Rutte mengatakan, tindakan bermusuhan Rusia bertujuan untuk melemahkan tekad NATO. Namun, Ia berjanji aliansi tersebut akan “berbuat lebih banyak lagi untuk Ukraina, dan tidak akan menguranginya.”

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *