Emas Tak Lagi Sekadar Investasi, Jadi Simbol Self-Reward dan Gaya Hidup Anak Muda


JAKARTA — Anggapan bahwa emas identik dengan simpanan konvensional generasi tua di dalam brankas perlahan mulai tergeser. Bagi generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, emas kini telah berevolusi menjadi bagian dari lifestyle, medium ekspresi diri, hingga simbol self-reward yang bernilai jangka panjang.

Tren pergeseran gaya hidup ini tercermin nyata dari pola konsumsi perhiasan dan emas batangan anak muda saat ini. Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24, Ihdina Intri Rahma, mengungkapkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap emas sebagai aset safe haven kian meningkat di tengah dinamika ekonomi, namun dikemas dengan cara yang jauh lebih segar dan relevan dengan keseharian mereka.

“Tren investasi emas itu sudah banyak sekali kena di masyarakat Gen Z, anak-anak muda. Mereka sudah melihat bahwa investasi itu matter. Tapi menariknya, preferensi mereka sangat berbeda,” ujar Ihdina saat ditemui di acara Gold and Jewellery Fair 2026, Jakarta Selatan, Rabu, 30 September.

Berbeda dengan generasi pendahulu yang kerap mengoleksi perhiasan berukuran mencolok, Gen Z dan Milenial dinilai memiliki estetika yang lebih personal. Ihdina menyebutkan, anak muda masa kini cenderung menghindari gaya flexing perhiasan heboh.

“Kalau anak Gen Z itu bukan tipe yang suka flexing perhiasan besar. Untuk perhiasan, mereka cari yang gramasinya kecil, simpel, dan bisa dipakai untuk daily wear atau momen personal seperti gift dan lamaran,” ungkap Ihdina.

Pergeseran preferensi ini juga didukung oleh hadirnya pilihan gramasi mini (micro gold). Jika sebelumnya transaksi perhiasan maupun emas batangan didominasi ukuran 5 hingga 10 gram, kini ukuran mikro mulai dari 0,01 gram, 0,1 gram, hingga 1 gram menjadi primadona baru. Ukuran yang lebih ramah di kantong ini membuat ritual self-reward membeli emas—misalnya usai gajian atau merayakan pencapaian kecil—menjadi sangat mudah dijangkau anak muda.

Lebih lagi, emas perhiasan kini tak lagi dipandang sebelah mata dalam urusan finansial. Ihdina menekankan bahwa memakai perhiasan emas adalah bentuk gaya hidup two-in-one: menunjang penampilan sekaligus menjadi instrumen investasi nyata, asalkan memiliki likuiditas yang terjamin.

“Kita ingin mengenalkan ke masyarakat bahwa perhiasan emas itu investasi juga, bukan cuma gaya hidup atau status sosial. Selama perhiasannya berkualitas dan sistem buyback-nya mudah serta harganya kompetitif di seluruh Indonesia, perhiasan itu ya investasi,” paparnya.

Tak heran jika pameran dan bazar perhiasan kini dikemas selayaknya lifestyle experience. Untuk memanjakan para pencinta mode muda, Galeri 24 bahkan menghadirkan layanan personal color analysis di lokasi acara. Fasilitas ini membantu pengunjung menentukan warna perhiasan yang paling memancar di kulit mereka—apakah yellow gold, white gold, atau rose gold.

“Orang kalau belanja perhiasan biasanya cuma datang dan beli. Lewat experience ini, kita bantu mereka mencari inspirasi warna emas mana yang paling cocok dengan skintone mereka. Jadi belanja emas sekarang terasa jauh lebih personal dan menyenangkan,” tutup Ihdina.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *