Terminal LNG Arun Gaet 38 Kapal dari 15 Perusahaan Dunia, Masuk Pasar yang Didominasi Singapura


JAKARTA – Terminal LNG Arun di Aceh mulai menarik perhatian perusahaan pengangkut gas internasional. Sejak membuka layanan persiapan tangki kapal pada 2023, PT Perta Arun Gas (PAG) telah melayani lebih dari 38 kapal milik lebih dari 15 perusahaan dunia. Bisnis yang sebelumnya didominasi Singapura itu kini menjadi peluang baru bagi perusahaan di bawah Grup Pertamina tersebut.

Presiden Direktur Perta Arun Gas Yan Syukharial mengatakan perusahaan terus mengembangkan layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD) untuk kapal pengangkut gas alam cair (LNG), baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami melihat peluang bisnis GUCD mempunyai potensi yang sangat besar. Sebelumnya, hanya Singapura yang menjadi pemain utama bisnis GUCD di Asia. Namun, saat ini Terminal PAG telah menjadi pusat baru bagi kapal LNG di Asia,” kata Yan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin, 28 September.

GUCD merupakan proses persiapan tangki kapal sebelum memuat LNG. Tangki terlebih dahulu diisi gas dan didinginkan secara bertahap agar siap menerima muatan bersuhu sangat rendah.

Prosedur ini diperlukan untuk mencegah kerusakan struktur tangki akibat perubahan suhu yang drastis, mengurangi risiko keselamatan, serta menjaga kualitas LNG selama pengiriman.

PAG mulai menjalankan bisnis tersebut pada 2023 dengan melayani pelanggan pertamanya, BP Singapura. Saat itu, volume layanan tercatat sekitar 4.900 meter kubik dengan jumlah gas aktual sebesar 115.060 MMBTU, satuan energi yang lazim digunakan dalam perdagangan gas.

Bisnis tersebut terus berkembang. Sepanjang 2026 hingga laporan ini disampaikan, PAG telah menerima 18 kapal LNG dengan total volume sekitar 70.000 meter kubik dan jumlah energi gas sekitar 1,6 juta MMBTU.

Secara keseluruhan, sejak layanan GUCD dimulai, lebih dari 38 kapal dari sedikitnya 15 perusahaan telah menggunakan fasilitas PAG. Perusahaan memperkirakan jumlah pelanggan akan terus bertambah seiring perluasan kerja sama dengan pelaku industri LNG internasional.

Yan mengatakan peningkatan permintaan menjadi kesempatan bagi PAG untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset Terminal LNG Arun. Perusahaan juga akan memperkuat kemampuan tenaga kerja dan meningkatkan keandalan fasilitas untuk melayani lebih banyak kapal.

“Peningkatan volume dan bertambahnya pelanggan menjadi momentum bagi PAG untuk terus meningkatkan utilisasi aset, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, dan meningkatkan keandalan fasilitas,” ujarnya.

PAG merupakan anak perusahaan PT Pertamina Gas yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina. Pengembangan bisnis GUCD diarahkan untuk memperluas layanan Terminal LNG Arun, sekaligus mendukung kebutuhan pengangkutan LNG nasional dan pasar internasional.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *