NAGOYA – Persiapan singkat dan cedera berulang tak menghentikan Jasmine Azzahra Setyobudi meraih medali perunggu BMX Racing putri Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pembalap Indonesia itu finis ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik, sekaligus mengulang pencapaiannya pada Asian Games Hangzhou 2023.
Jasmine harus puas berada di belakang pembalap tuan rumah Sae Hatakeyama yang merebut emas dengan waktu 33,401 detik. Medali perak diraih Wanyi Liao dari China setelah mencatatkan waktu 34,500 detik.
Jasmine mengakui persiapannya menuju Asian Games kali ini jauh dari ideal. Ia baru memulai pemusatan latihan pada April setelah menjalani operasi. Belum genap menjalani latihan secara penuh, ia kembali mengalami beberapa kali kecelakaan.
“Persiapan Asian Games ini enggak panjang. Persiapan Jasmine karena ada beberapa kejadian, operasi, baru mulai pelatihan bulan April, baru sebulan pelatihan jatuh lagi, mulai lagi, jatuh lagi. Alhamdulillah sekarang bisa mempertahankan bronze medal,” kata Jasmine seusai perlombaan di Nagoya, seperti dikutip dari Antara, Senin, 28 September.
Meski persiapannya terganggu, Jasmine tampil konsisten sejak babak kualifikasi. Ia tergabung dalam Heat 2 dan selalu menempati posisi ketiga pada tiga kesempatan balapan atau moto.
Pada Moto 1, Jasmine membukukan waktu 35,339 detik. Catatannya membaik menjadi 34,736 detik pada Moto 2, sebelum mencatatkan waktu 34,862 detik pada Moto 3.
Rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, juga tampil cepat di heat yang sama. Sifa menempati posisi kedua pada Moto 1 dengan waktu 34,886 detik, lalu mempertajamnya menjadi 34,492 detik pada Moto 2.
Pada Moto 3, Sifa bahkan menjadi yang tercepat di heat tersebut dengan catatan 34,392 detik.
Jasmine mengatakan dirinya dan Sifa memilih bermain aman pada babak awal. Keduanya lebih dahulu berusaha memastikan tempat di final.
“Tadi di Moto 1 satu Moto sama Sifa, tapi kita tetap main safe, kita harus masuk final dulu,” ujar Jasmine.
Persaingan menjadi lebih ketat ketika keduanya harus menentukan posisi start pada babak final. Jasmine menjelaskan pilihan posisi Sifa turut memengaruhi tempat start yang bisa diambilnya.
“Waktu final Jasmine sama Sifa ini enggak bisa harus jadi satu start-nya, jadi memang harus dikasih space satu, tapi mungkin karena tadi Sifa pilih ketiga, dan Sifa pilihnya agak ke tengah, jadi Jasmine mau enggak mau harus di situ,” katanya.
Jasmine akhirnya mengamankan perunggu dengan waktu 34,932 detik. Hasil itu menjadi medali perunggu keduanya secara beruntun setelah meraih pencapaian serupa di Hangzhou pada 2023.
“Alhamdulillah tapi perjuangannya luar biasa banget,” ujarnya.
Sementara itu, pada nomor BMX Racing putra, wakil Indonesia Rifki Fasya Ahsana finis di posisi keempat dengan catatan waktu 32,980 detik. Ia terpaut tipis dari pembalap China Haochao Lin yang meraih perunggu dengan waktu 32,947 detik.
Dua medali teratas nomor putra menjadi milik Jepang. Asuma Nakai merebut emas dengan waktu 30,103 detik, sedangkan Hyoga Kiuchi meraih perak setelah mencatatkan waktu 30,583 detik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
