Jakarta – Perempuan yang pernah menuduh rapper Jay-Z memerkosanya saat berusia 13 tahun kini mengakui tuduhannya tidak benar. Ia bahkan menyatakan tidak pernah bertemu ataupun berbicara dengan musisi bernama asli Shawn Carter tersebut.
Menurut USA Today, disitat Minggu, 27 September yang mengutip dokumen pengadilan yang diperoleh Rolling Stone, perempuan yang identitasnya dirahasiakan dengan nama samaran Jane Doe itu menyampaikan pengakuannya kepada pengadilan federal New York pada Kamis, 24 September 2026.
Dalam pernyataan tertulis yang dibuat dengan ancaman pidana jika memberikan keterangan palsu, ia mencabut seluruh tuduhan terhadap Jay-Z.
“Shawn ‘Jay-Z’ Carter tidak pernah memerkosa saya. Saya tidak pernah bertemu atau berbicara dengannya. Dia juga tidak pernah melakukan tindakan tidak pantas apa pun terhadap saya,” tulis perempuan tersebut.
Ia mengaku memahami bahwa tuduhan palsunya telah menimbulkan penderitaan dan kerugian besar bagi Jay-Z yang tidak mungkin sepenuhnya dipulihkan.
Perempuan itu juga menegaskan tidak menerima uang ataupun kompensasi dalam bentuk apa pun dari Jay-Z maupun pihak yang bertindak atas namanya.
Meski mencabut tuduhan terhadap Jay-Z, ia tetap menyatakan pernah menjadi korban kekerasan seksual.
Pengacara barunya, James Blair Newman Jr., mengatakan kliennya keliru ketika menyebut Jay-Z sebagai pelaku.
“Klien kami tetap menyatakan dirinya korban kekerasan seksual. Namun, ia sepenuhnya keliru ketika menuduh Tuan Carter. Tuduhan tersebut tidak benar,” kata Newman kepada Rolling Stone pada Jumat, 25 September.
Newman menambahkan, kliennya telah menyampaikan permintaan maaf secara tulus dan tanpa syarat kepada Jay-Z serta keluarganya.
Dalam dokumen pengadilan, perempuan itu juga mengungkapkan telah memberi tahu tim pengacaranya mengenai kondisi kesehatan mental yang dialaminya sebelum nama Jay-Z dimasukkan ke dalam gugatan pada 2024.
Pada hari yang sama ketika pernyataan tersebut diajukan, Jay-Z menyerahkan pemberitahuan bahwa ia secara sukarela mencabut perempuan itu sebagai tergugat dalam perkara yang diajukannya atas dugaan penuntutan dengan niat buruk dan penyalahgunaan proses hukum.
Perkara tersebut sebelumnya juga menyasar mantan pengacara perempuan itu, Tony Buzbee. Jay-Z menuduh Buzbee tetap mengajukan tuduhan kekerasan seksual meskipun kliennya telah menyampaikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Kasus ini bermula pada Oktober 2024 ketika Jane Doe menggugat Sean “Diddy” Combs atas dugaan kekerasan seksual. Gugatan awal tersebut juga menyebut seorang selebritas lain tanpa mengungkap identitasnya.
Dua bulan kemudian, ia mengubah gugatan dengan menambahkan nama Jay-Z. Perempuan itu menuduh kedua musisi tersebut membius dan memerkosanya ketika berusia 13 tahun dalam sebuah pesta seusai MTV Video Music Awards pada September 2000.
Jay-Z langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebut gugatan itu sebagai upaya pemerasan.
Pada Februari 2025, perempuan tersebut mencabut gugatannya secara permanen dengan status with prejudice. Artinya, gugatan yang sama tidak dapat diajukan kembali.
Jay-Z kemudian mengajukan gugatan terhadap perempuan itu dan Buzbee. Ia menuduh Buzbee mengirim surat berisi tuntutan pembayaran pada November 2024, sebelum namanya ditambahkan dalam perkara setelah menolak membayar.
Buzbee membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan surat yang dikirimnya hanya bertujuan mengupayakan mediasi tertutup sebelum mengajukan gugatan.
“Tidak ada jumlah uang yang disebutkan dalam surat tuntutan tersebut. Tidak ada ancaman yang disampaikan,” kata Buzbee sebelumnya kepada USA Today.
Selain perkara di New York, Jay-Z pernah menggugat Buzbee atas dugaan pemerasan di pengadilan California pada November 2024. Ketika itu, ia menggunakan nama samaran John Doe sebelum mengungkap identitasnya setelah tuduhan kekerasan seksual mencuat.
Perkara di California tersebut kemudian dihentikan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
