JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan dunia membutuhkan Dewan Keamanan PBB yang mampu mendengar dan menghasilkan langkah nyata, menegaskan komitmen Indonesia saat mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap salah satu badan utama PBB tersebut.
Menlu Sugiono secara resmi meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030 di New York, Amerika Serikat, Jumat (25/9).
Dalam pencalonan kali ini Indonesia mengusung tema “Fostering Unity, Advancing Peace”, yang mencerminkan komitmen untuk menjembatani perbedaan dan memperkuat upaya mewujudkan perdamaian.
Sebagai Kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2029–2030, Indonesia membawa empat prioritas utama: mendorong kesiapan DK PBB menghadapi lanskap keamanan yang terus berubah; memperkuat peace continuum dengan pencegahan dan mediasi hingga peacekeeping dan peacebuilding; memperluas keterlibatan perempuan dan generasi muda serta memperkuat kerja sama dengan organisasi regional dan subregional; serta mendorong DK PBB yang lebih efektif, transparan, dan inklusif.
“Dunia membutuhkan DK PBB yang mampu mendengar dan, yang lebih penting, mampu menghasilkan langkah nyata. Indonesia akan membawa pengalaman, komitmen terhadap dialog, dan kesiapan untuk bekerja dengan semua pihak untuk mencari titik temu di tengah berbagai perbedaan,” tegas Menlu Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri (27/9).
Diketahui, peluncuran kampanye dihadiri Perdana Menteri Saint Lucia Philip J. Pierre, Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Wakil Menteri Luar Negeri Georgia Lasha Darsalia, serta lebih dari 130 perwakilan negara anggota PBB, termasuk Palestina.
Komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan internasional merupakan amanat konstitusi dan telah menjadi landasan politik luar negeri bebas aktif.
Rekam jejak Indonesia tercermin dari Semangat Bandung, peran aktif di ASEAN, kontribusi sebagai salah satu penyumbang personel terbesar bagi Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, serta empat kali menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pada 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
