JAKARTA – Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) menyambut keputusan tim nasional Irlandia untuk tetap menjalani pertandingan UEFA Nations League melawan Israel di tengah seruan pemboikotan yang sempat menguat.
IFA menilai keputusan para pemain Irlandia untuk tetap bertanding menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat berlangsung terlepas dari tekanan politik yang menyertainya.
“Apa yang menyenangkan bagi kami hari ini adalah bahwa sepak bola telah menang,” demikian pernyataan resmi IFA pada Sabtu 26 September, dikutip AFP.
IFA juga menyindir pihak-pihak yang sebelumnya menyerukan pemboikotan pertandingan. Menurut otoritas sepak bola Israel tersebut, mereka yang berupaya membawa persoalan politik ke dalam pertandingan justru menjadi pihak yang kalah.
“Pihak yang dipastikan kalah hari ini adalah mereka yang ingin melakukan intimidasi, memecah belah, dan mengubah lapangan sepak bola menjadi arena politik,” lanjut pernyataan tersebut.
Pertandingan Irlandia melawan Israel sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul seruan di Irlandia agar tim nasional memboikot laga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan sikap politik Israel.
Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) bahkan menolak jatah tiket untuk pendukung timnya. Akibatnya, pertandingan yang dipindahkan ke tempat netral di Debrecen, Hungaria, tersebut dipastikan tidak dihadiri pendukung dari Irlandia.
Sejumlah pemain Irlandia sebelumnya juga menyampaikan keberatan terkait pertandingan tersebut. Gelandang Jason Knight, misalnya, sempat mengungkapkan ketidaknyamanan untuk menghadapi Israel di tengah situasi politik yang berkembang.
Namun, setelah melalui pembahasan internal, skuad tim nasional Irlandia memutuskan tetap menjalani pertandingan sesuai jadwal resmi UEFA.
Keputusan tersebut memastikan laga Irlandia kontra Israel tetap berlangsung di Debrecen. Pertandingan digelar di lokasi netral dengan pengamanan ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Dengan keputusan pemain Irlandia untuk tetap bertanding, kontroversi mengenai pemboikotan tidak sampai menyebabkan pertandingan dibatalkan. Namun, absennya pendukung Irlandia menunjukkan bahwa isu politik tetap menjadi latar penting dalam penyelenggaraan laga tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
