589 Orang Diduga Keracunan MBG, BGN Ancam Tutup Dapur SPPG Tak Kooperatif



BATANG – Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam menutup dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dinilai tidak mampu bekerja sama dengan baik dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG).

Ancaman penutupan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono saat berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya keluhan dari sejumlah pengelola dapur SPPG terkait kebutuhan peralatan untuk memastikan keamanan makanan sebelum menu MBG didistribusikan kepada penerima.

Sejumlah pengelola dapur sebelumnya disebut telah mengajukan kebutuhan alat tes semacam rapid test untuk mendeteksi bakteri pada makanan sebelum menu dikirim kepada penerima MBG. Selain itu, muncul pula permintaan alat sinar ultraviolet yang digunakan dalam kebutuhan pencucian ompreng. Namun, keluhan tersebut belum seluruhnya terpenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Trenggono mengatakan BGN telah membuat aturan terkait hubungan kerja antara yayasan atau mitra dengan dapur SPPG. Menurut dia, dapur yang dikelola yayasan dan mitra harus memiliki kerja sama yang baik dengan BGN.

“Apabila ada yayasan dan mitra yang sudah tidak bisa bekerja sama dengan baik, ya sudah, kita tutup dapurnya,” tegas Trenggono menanggapi keluhan kepala dapur SPPG yang sebelumnya mencuat di rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Batang, Sabtu 26 September.

Ia mengatakan BGN juga telah membuka portal bagi yayasan dan mitra untuk mengatur kerja sama tersebut. Menurut Trenggono, sejumlah yayasan dan mitra yang tidak mencapai kesepakatan dengan BGN sudah dikenai tindakan penutupan dapur.

“Kemarin kita sudah sampaikan, kita buka suatu portal, yayasan dan mitra. Ada beberapa yayasan dan mitra yang tidak sepakat, kita tutup,” ujarnya.

Trenggono menegaskan, kerja sama antara BGN dengan yayasan dan mitra menjadi salah satu hal penting untuk memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar yang ditetapkan.

“Bagaimana dia mau menyiapkan makanan yang baik, kalau dia tidak ada kerja sama yang baik?” terangnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika BGN tengah melakukan evaluasi menyusul kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Dalam kasus tersebut, BGN sebelumnya menegaskan kepala SPPG Bawang telah dicopot dan operasional dapurnya dihentikan. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap dapur tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Sabtu pukul 07.00 WIB, total kasus dugaan keracunan MBG tercatat mencapai 589 orang.

Sebanyak 127 orang masih menjalani perawatan, 381 orang menjalani rawat jalan, dan 180 orang tercatat dirujuk.

Kasus dugaan keracunan MBG di Batang tersebut kembali menyoroti pengawasan keamanan pangan di tingkat dapur SPPG. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketersediaan sarana untuk memastikan makanan dalam program MBG aman sebelum didistribusikan kepada penerima.

Evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan dan ketentuan yang telah ditetapkan BGN.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *