JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membutuhkan figur pemimpin yang menjunjung tinggi Piagam PBB hingga mewujudkan multilateralisme yang bermanfaat bagi masyarakat, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Berbicara saat menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia dalam Sesi Debat Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat pada Hari Sabtu (26/9) sore waktu setempat atau Minggu (27/9) dinihari waktu Indonesia, Menlu Sugiono mengatakan “sistem multilateral yang efektif juga membutuhkan kepemimpinan yang efektif.”
“Filosofi kepemimpinan Indonesia, yang diwariskan secara turun-temurun, mengajarkan kita bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk: Memimpin dengan memberi teladan dari depan; Membangun kepercayaan saat berada di tengah-tengah masyarakat; Memberdayakan dari belakang,” jelas Menlu RI dalam UN Web TV (27/9).
Lebih jauh Ia mengatakan, kepemimpinan bukan sekadar soal memberi perintah, namun bagaimana “menerapkan kebijaksanaan dan memberikan kekuatan kepada orang
lain untuk melangkah maju.”
Ia pun memuji Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang akan mengakhiri masa jabatannya akhir tahun ini seteah melalui masa yang penuh tantangan, di mana ada perang, ketegangan geopolitik, pandemi global, keadaan darurat kemanusiaan, hingga pesatnya transformasi teknologi.
“Indonesia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan dan pengabdian beliau selama satu dekade terakhir,” kata Menlu RI.
“Di tengah berbagai tantangan ini, PBB terus menyediakan wadah penting bagi dialog dan pemecahan masalah secara kolektif. Sekretaris Jenderal berikutnya akan memikul tanggung jawab yang sama pentingnya untuk menjunjung tinggi Piagam PBB, memperkuat Organisasi, dan mewujudkan multilateralisme menjadi hasil nyata bagi masyarakat.
Menlu Sugiono menambahkan, kepemimpinan yang “efektif juga harus disertai dengan komitmen penuh
dari Negara-Negara Anggota agar multilateralisme dapat berjalan dengan baik.”
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
