JAKARTA — Di antara pusara-pusara yang sunyi di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9), suasana duka begitu terasa. Di tempat itu, Megawati Soekarnoputri harus melepas untuk terakhir kalinya sang adik tercinta, Guruh Sukarnoputra.
Presiden ke-5 Republik Indonesia itu tampak berusaha menahan kesedihan saat mengikuti prosesi pemakaman. Namun, air mata akhirnya jatuh juga.
Beberapa kali Megawati menyeka pipinya. Tatapannya tertuju ke pusara Guruh, adik kandung yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga besar Soekarno.
Guruh dimakamkan di samping pusara ibundanya, Fatmawati. Pilihan tempat peristirahatan terakhir itu seolah mempertemukan kembali seorang anak dengan ibunya, setelah Guruh berpulang pada usia 73 tahun.
Usai prosesi pemakaman, Megawati ikut menaburkan bunga di atas tanah yang masih basah menutup pusara adiknya.
Di sisi Megawati, tampak putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani serta Prananda Prabowo. Kehadiran keluarga menjadi penguat di tengah suasana kehilangan yang begitu dalam.
Bagi keluarga Soekarno, kepergian Guruh bukan sekadar kehilangan seorang anggota keluarga. Indonesia juga kehilangan salah satu sosok yang sepanjang hidupnya memilih berkarya melalui seni dan kebudayaan.
Guruh dan Jalan Kebudayaan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam eulogi pemakaman mengatakan kepergian Guruh merupakan kehilangan besar bagi Indonesia.
“Hari ini Indonesia kehilangan seorang seniman besar. Indonesia kehilangan seorang maestro budaya. Keluarga besar PDI Perjuangan kehilangan pejuang partai dan kaum marhaenis kehilangan salah seorang yang sepanjang hidupnya tetap membawa keyakinan tentang keberpihakan kepada rakyat,” tutur Rano.
Guruh, kata Rano, memang lahir sebagai putra Presiden Soekarno dan Fatmawati. Namun, sepanjang hidupnya ia tidak sekadar berdiri di bawah bayang-bayang nama besar kedua orang tuanya.
“Mas Guruh adalah putra Bung Karno dan Ibu Fatmawati, tapi ia tidak memilih hanya hidup di bawah kebesaran nama orang tuanya. Ia memilih menciptakan jalannya sendiri dan jalan itu bernama kebudayaan,” ujar Rano.
Kalimat itu seperti merangkum perjalanan Guruh. Ia memilih seni sebagai ruang untuk menyuarakan kecintaan terhadap Indonesia.
Musik, tari, dan kebudayaan menjadi bagian penting dari hidupnya. Dari sana, Guruh membangun identitasnya sendiri sebagai seniman sekaligus tokoh yang memiliki perhatian kuat terhadap kebudayaan Indonesia.
Pulang ke Samping Sang Ibu
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan.
Kabar kepergiannya segera membawa duka bagi keluarga besar dan orang-orang yang selama ini mengenalnya.
Putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati itu kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, di samping pusara sang ibu.
Di tempat itulah, pada Sabtu siang, Megawati berdiri sebagai seorang kakak yang kehilangan adiknya.
Tak ada panggung, tak ada sorotan politik, dan tak ada pidato panjang. Yang tersisa adalah kesedihan seorang kakak ketika harus menyaksikan adiknya beristirahat untuk selamanya.
Air mata Megawati menjadi bagian paling sunyi dari prosesi tersebut.
Selain Megawati, hadir pula saudara Guruh lainnya, Guntur Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri. Keponakanya Puan Maharani dan sejumlah anggota keluarga turut mendampingi.
Sejumlah pejabat negara juga datang memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Sejumlah politikus dan budayawan juga hadir.
Di tengah kerumunan orang yang datang mengantar kepergian Guruh, keluarga akhirnya harus menerima kenyataan bahwa salah satu anggota keluarga besar Soekarno telah pergi.
Namun, karya dan gagasan Guruh tentang seni serta kebudayaan Indonesia akan terus menjadi bagian dari perjalanan bangsa.
Dan pada hari itu, di samping pusara Fatmawati, Guruh akhirnya beristirahat.
Sementara Megawati, dengan mata yang masih basah, menaburkan bunga untuk melepas sang adik menuju peristirahatan terakhir.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
