Menlu Sugiono Tegaskan Setiap Pengakuan Negara Palestina Merobohkan Satu Demi Satu Tembok Pendudukan


JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan setiap pengakuan Negara Palestina akan merobohkan satu demi satu tembok pendudukan, menekankan komitmen Indonesia untuk Palestina tidak berubah.

Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri untuk mendorong implementasi Solusi Dua Negara (High-Level Ministerial Meeting of the Global Alliance for the Implementation of The Two-State Solution) terkait situasi yang terjadi di Palestina, di sela-sela rangkaian High Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Hari Kamis waktu setempat.

Menyoroti situasi yang terjadi saat ini, Menlu Sugiono mengatakan “rakyat Palestina terus menghadapi kekerasan dan pengunsian hingga hari ini.”

“Kita harus mengakhiri kenyataan ini,” tegasnya dikutip dari UN Web TV, Jumat (25/9).

Lebih lanjut Menlu Sugiono mengatakan, setahun setelah diadopsinya Deklarasi New York dan Resolusi Dewan Keamanan 2803, “dukungan internasional terhadap Solusi Dua Negara terus meningkat, semakin banyak negara yang mengakui Negara Palestina.”

“Kini kita memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk mengubah momentum politik yang terus berkembang ini menjadi tindakan nyata dan kolektif,” seru Menlu Sugiono.

“Kita harus terus mengetuk pintu setiap negara yang belum mengakui Palestina, karena setiap pengakuan akan meruntuhkan satu demi satu batu bata dari tembok pendudukan,” tandasnya.

Lebih lanjut Menlu Sugiono menekankan tekad untuk menentang tindakan yang melemahkan status Kenegaraan Palestina, mencontohkan salah satunya dengan perluasan permukiman ilegal Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat.

“Rencana permukiman E1 adalah contoh yang jelas. Indonesia menolaknya, PBB menolaknya, dan masyarakat internasional pun harus menolaknya,” tegas Menlu RI.

“Kita juga harus menjaga status quo hukum dan sejarah tempat-tempat suci serta Yerusalem,”

“Komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak akan goyah. Kita akan terus memberikan bantuan kemanusiaan, memperkuat kapasitas Palestina, serta memberikan dukungan penuh bagi kenegaraan dan kemerdekaan Palestina,” tandasnya.

Menlu Sugiono mengungkapkan, Indonesia bersama Belanda akan menjadi tuan ruah pertemuan aliansi global tersebut di Den Haag pada Bulan November 2026 sebagai wujud komitmen terhadap Palestina.

“Dukungan politik kita harus diwujudkan dalam langkah-langkah terkoordinasi yang melindungi kenegaraan Palestina, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengakhiri pendudukan,” jelasnya.

“Kita harus terus menempatkan Palestina secara kokoh dalam agenda internasional, dengan melibatkan Palestina sepenuhnya dalam pengambilan keputusan mengenai masa depan mereka,” lanjutnya.

“Persatuan kita adalah kekuatan kita; mari kita gunakan kekuatan itu untuk mencapai tujuan bersama, yakni terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” pungkas Menlu RI.

Diketahui, hingga September tahun lalu, sebanyak 157 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina.

Pertemuan ini diinisiasi dan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Menlu Norwegia Espen Barth Eide dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, dengan diikuti lebih dari dari 60 perwakilan dari berbagai negara dan organisasi internasional.

“Fokus kami adalah pada aksi, langkah-langkah praktis yang melindungi Solusi dua Negara dan mewujudkannya ke implementasi,” jelas Pangeran Faisal, dikutip dari UN Web TV, Jumat (25/9).

“Prioritas kami jelas, konsolidasi gencatan senjata di Gaza, memastikan bantuan kemanusiaan dan rencana rekonstruksi seperti Rencana Perdamaian Komprehensif Presiden Trump, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803,” lanjutnya.

“Mendukung Pemerintah Palestina kembali ke Gaza, menghentikan aktivitas pendudukan dan aneksasi, pengusiran dan kekerasan,” urai Menlu Arab Saudi.

“Gaza tidak bisa terpisahkan dari Tepi Barat. Gaza, Tepi Barat, termasuk Yerusalem adalah satu kesatuan geografis dan politik,” tegasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *