JAKARTA – Mencari makanan untuk makan siang, makan malam, atau sekadar mengatasi rasa lapar kini bisa dilakukan tanpa harus berkeliling mencari restoran.
Di era digital seperti saat ini, kita cukup membuka aplikasi di ponsel. Berbagai pilihan makanan di sekitar lokasi dapat langsung terlihat. Meski begitu, banyaknya pilihan juga bisa membuat seseorang justru lebih lama menentukan makanan.
Misalnya saja, rating tinggi belum tentu sesuai dengan selera, sementara restoran yang terlihat menarik di foto belum tentu memberikan pengalaman yang sama ketika makanan sampai. Karena itu, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum memilih tempat makan melalui aplikasi.
Salah satunya adalah memastikan lokasi pengantaran. Informasi lokasi menjadi penting karena akan memengaruhi restoran yang muncul dalam pencarian, jarak pengiriman, biaya pengantaran, hingga perkiraan waktu makanan tiba.
Pada layanan seperti GrabFood, pengguna dapat memeriksa alamat pengantaran sebelum mulai mencari makanan. Ketika berada di lokasi baru, GPS juga dapat diaktifkan agar posisi yang terbaca sesuai dengan tempat pengguna berada. Pencarian kemudian bisa dibuat lebih spesifik dengan memasukkan nama makanan atau kawasan tertentu.
Misalnya, daripada hanya mengetik “restoran terdekat”, pencarian dapat diarahkan menjadi “ayam geprek Kemang terdekat” atau “soto ayam Surabaya”. Kata kunci yang lebih spesifik membantu mempersempit pilihan dan menampilkan restoran yang lebih sesuai dengan makanan yang sedang dicari.
Setelah menemukan beberapa pilihan, tahap berikutnya adalah membandingkan informasi yang tersedia. Rating memang dapat menjadi gambaran awal, tetapi sebaiknya tidak dibaca sendirian. Restoran dengan rating 4,5 dari ratusan ulasan memiliki konteks yang berbeda dengan restoran yang mendapat rating 4,9 tetapi baru memiliki beberapa ulasan.
Jumlah ulasan dapat membantu melihat seberapa beragam pengalaman pelanggan yang menjadi dasar penilaian. Setelah melihat rating, pengguna juga bisa membaca beberapa ulasan terbaru. Sekitar lima hingga sepuluh komentar terakhir dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman pelanggan dalam periode yang lebih dekat dengan waktu pemesanan.
Dari sana, perhatikan apakah ada hal tertentu yang berulang. Beberapa pelanggan yang secara terpisah membicarakan porsi, rasa makanan, kecepatan pelayanan, atau kondisi restoran dapat memberikan gambaran yang lebih berguna dibandingkan sekadar melihat jumlah bintang.
Namun, satu ulasan negatif juga tidak serta-merta menunjukkan bahwa sebuah restoran memiliki kualitas yang buruk. Selera dan pengalaman pelanggan berbeda-beda. Karena itu, pola dari sejumlah ulasan biasanya lebih relevan untuk diperhatikan daripada satu komentar secara terpisah.
Foto yang diunggah pelanggan juga dapat menjadi bahan pertimbangan. Foto tersebut memberikan gambaran mengenai tampilan makanan ketika diterima atau kondisi tempat makan yang mungkin berbeda dari foto profesional pada halaman menu.
Melihat beberapa foto sekaligus, pengguna dapat membandingkan ukuran porsi, tampilan hidangan, serta kesesuaiannya dengan harga yang ditawarkan. Foto pelanggan juga sebaiknya tidak dinilai hanya dari satu unggahan karena pencahayaan dan kualitas kamera dapat memengaruhi hasil gambar.
Jika masih ragu, informasi dari aplikasi pemesanan makanan dapat dibandingkan dengan sumber lain. Ulasan di Google Maps, TripAdvisor, blog kuliner, maupun komunitas pecinta makanan dapat menjadi referensi tambahan. Perbedaan rating antarplatform juga tidak selalu menunjukkan adanya persoalan, tetapi dapat menjadi alasan untuk membaca lebih banyak ulasan dan mencari tahu konteksnya.
Selain kualitas makanan, aspek yang bersifat praktis juga perlu diperhatikan sebelum melakukan pemesanan. Jam operasional, ketersediaan menu, harga, biaya pengantaran, metode pembayaran, hingga estimasi waktu pengiriman dapat berubah bergantung pada lokasi dan waktu pemesanan.
Pada GrabFood, pengguna dapat memanfaatkan pencarian dan filter yang tersedia untuk mempersempit pilihan. Filter seperti “Terdekat” atau “Rating Tertinggi”, apabila tersedia, dapat digunakan sesuai kebutuhan. Beberapa restoran juga dapat muncul dengan label kurasi tertentu, termasuk “Local Legend”.
Setelah menentukan restoran, pengguna masih dapat memeriksa kembali menu, harga, foto pelanggan, serta promo yang sedang tersedia sebelum memasukkan makanan ke keranjang. Detail pesanan kemudian dapat ditinjau kembali sebelum pembayaran dan konfirmasi dilakukan.
Dalam memilih restoran secara daring, pengguna juga perlu mencermati pola ulasan yang terlihat tidak biasa. Komentar yang sangat singkat dan generik, banyak ulasan yang muncul pada waktu berdekatan, atau penggunaan bahasa yang terlalu mirip antarulasan dapat menjadi hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Sebaliknya, ulasan yang menyebut menu tertentu, menjelaskan pengalaman secara detail, menyertakan foto, dan memberikan penilaian yang seimbang cenderung memberikan lebih banyak konteks. Jika informasi profil pengulas tersedia, riwayat ulasan mereka juga dapat dilihat sebagai bahan pertimbangan tambahan.
Di GrabFood, rating dan ulasan diberikan setelah pesanan selesai. Artinya, ulasan tersebut berkaitan dengan pengalaman pemesanan yang telah dilakukan pengguna.
Pada akhirnya, mencari kuliner melalui aplikasi bukan sekadar memilih restoran dengan angka rating paling tinggi. Lokasi, menu, jumlah dan isi ulasan, foto pelanggan, harga, serta waktu pengantaran dapat dipertimbangkan secara bersamaan.
Dengan membandingkan beberapa informasi tersebut, pengguna dapat mempersempit pilihan tanpa harus bergantung pada satu indikator saja. Pilihan akhirnya tetap dapat disesuaikan dengan selera, kebutuhan, anggaran, dan kondisi pada saat memesan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
