YOGYAKARTA – Selama ini masyarakat mengenal bahwa kecukupan tidur hanya diukur dari durasinya saja. Namun, temuan ilmiah terbaru membuktikan bahwa struktur fase tidur yang kita jalani memegang peranan yang jauh lebih vital bagi kesehatan.
Salah satu fase yang menjadi sorotan utama adalah rapid eye movement (REM) atau fase tidur bermimpi. Berdasarkan studi berskala besar yang dipublikasikan pada September 2026 dan dilakukan oleh peneliti dari School of Public Health, Peking University yang berafiliasi dengan institusi kesehatan lainnya, proporsi tidur bermimpi yang cukup terbukti secara signifikan dapat memangkas risiko berbagai penyakit kronis.
Penelitian komprehensif ini menganalisis data kesehatan dari 95.559 orang dewasa di Inggris dengan rata-rata usia 56,2 tahun. Untuk mendapatkan data yang presisi, para peserta diminta mengenakan perangkat accelerometer di pergelangan tangan selama satu minggu guna memantau durasi tidur sekaligus pembagian fase siklus tidur yang mereka jalani. Setelah tahap pemantauan awal tersebut, tim peneliti memantau kondisi kesehatan para peserta secara berkala selama rata-rata 8,9 tahun untuk melihat timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit kronis.

Hasil pemantauan jangka panjang ini menunjukkan temuan yang sangat signifikan. Peningkatan durasi fase tidur REM atau tidur bermimpi terbukti berhubungan langsung dengan penurunan risiko lebih dari 80 jenis kondisi kesehatan. Dilansir Medical News Today, Selasa, 22 September, beberapa penyakit kronis yang dapat dipangkas risikonya meliputi gagal jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), fibrilasi atrium, penyakit jantung iskemik, multiple sclerosis, hingga demensia. Para ilmuwan percaya bahwa selama fase REM, otak secara aktif mengonsolidasi ingatan, membersihkan sisa metabolik yang menumpuk, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Selain mengungkap manfaat besar dari fase tidur bermimpi, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa durasi tidur ideal berada pada rentang 6 hingga 8 jam setiap malam untuk mencapai risiko penyakit paling rendah. Sebaliknya, durasi tidur kurang dari 5 jam atau pola tidur yang tidak teratur berbanding lurus dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan fisik dan mental.
Menjaga konsistensi jam bangun pagi, membatasi gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang sejuk dan gelap merupakan langkah harian terbaik untuk mengoptimalkan fase tidur bermimpi demi melindungi kesehatan tubuh jangka panjang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
