JAKARTA – Huawei mempercepat peluncuran chip kecerdasan artifisial atau AI generasi berikutnya, Ascend 960DT, menjadi kuartal pertama 2027. Langkah ini memperkuat ambisi perusahaan teknologi China tersebut menantang dominasi NVIDIA di pasar komputasi AI.
Menurut Antara, disitat Sabtu, 19 September yang mengutip TechCrunch, Huawei semula menargetkan debut Ascend 960DT pada kuartal ketiga 2027. Jadwal itu kemudian dimajukan setelah pengembangan chip berjalan lebih cepat dari rencana.
“Ascend 960DT diperkirakan akan siap pada kuartal pertama tahun 2027. Chip Ascend 960 diluncurkan lebih cepat dari jadwal, menggandakan kinerja dan mengalami kemajuan dari tahun ke tahun,” kata juru bicara Huawei dalam konferensi Huawei Connect di Shanghai, China, Kamis, 17 September.
Huawei tidak hanya mengejar peningkatan kemampuan chip tunggal. Perusahaan juga mengembangkan sistem komputasi yang menghubungkan ratusan ribu hingga jutaan chip AI ke dalam satu jaringan besar.
Pendekatan tersebut disebut Arsitektur Komputasi Peerium. Sistem ini mengandalkan UnifiedBus untuk menghubungkan prosesor dengan memori, penyimpanan, dan perangkat keras jaringan.
Rotating Chairman Huawei Eric Xu mengatakan arsitektur itu dipakai untuk membangun sistem AI berskala besar untuk pelatihan maupun inferensi.
Atlas 950 SuperPoD dan SuperCluster menjadi sistem pertama yang menggunakan arsitektur tersebut. Huawei menyebut Atlas 950 SuperCluster mampu menghubungkan hingga 256.000 kartu akselerator.
Namun, percepatan jadwal chip juga memunculkan pertanyaan mengenai skala sistem AI Huawei. Analis teknologi Rui Ma mencatat Huawei sebelumnya menyebut Atlas 960 SuperPoD dapat menampung hingga 15.488 chip Ascend 960, sementara pengumuman terbaru hanya merujuk pada sistem dengan 4.096 chip.
“Chip itu sendiri akan hadir jauh lebih cepat, tetapi SuperPoD yang mereka umumkan jauh lebih kecil daripada yang awalnya mereka rencanakan,” tulis Ma di platform X.
Huawei terus mendorong kemandirian semikonduktor di tengah pembatasan Amerika Serikat terhadap akses China ke teknologi chip canggih.
Ma menilai pembatasan tersebut belum tentu mampu menghentikan pengembangan teknologi semikonduktor China.
“Saya pikir percuma saja menghentikan perkembangan China di bidang semikonduktor karena taruhan untuk swasembada terlalu tinggi saat ini,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
