JAKARTA — Model kecerdasan buatan (AI) terbuka dari China kini hanya tertinggal sekitar 4,4 bulan dari model AI terdepan Amerika Serikat (AS), sementara biaya penggunaannya bisa lima kali lebih murah. Temuan dalam laporan Mozilla tersebut menunjukkan semakin dekatnya kemampuan model berbobot terbuka dengan model AI tertutup yang dikembangkan perusahaan-perusahaan AS.
Laporan itu menyoroti perubahan dalam pertimbangan perusahaan teknologi ketika memilih model AI. Selisih kemampuan yang semakin kecil membuat perusahaan perlu mempertimbangkan apakah keunggulan teknis beberapa bulan layak dibayar dengan biaya pengerjaan yang jauh lebih tinggi.
Analisis Mozilla menunjukkan model seperti Kimi K3 dari Moonshot AI dan GLM-5.2 dari Z.ai mampu menyamai sejumlah model tertutup dalam tolok ukur utama.
Dalam evaluasi menggunakan sistem pengujian netral Vals AI, GLM-5.2 mencatat hasil yang hanya terpaut satu poin dari model Claude Opus milik Anthropic. Namun, biaya setiap pekerjaan yang dijalankannya kurang dari seperlima biaya model tersebut.
Meski demikian, model AI tertutup masih memiliki keunggulan pada jenis pekerjaan tertentu.
Chief Technology Officer Mozilla, Raffi Krikorian, menjelaskan bahwa model tertutup memiliki nilai tambah terutama untuk pekerjaan tingkat ahli yang membutuhkan waktu pengerjaan manusia selama delapan hingga 12 jam.
Keunggulan tersebut juga terlihat dalam pekerjaan yang melibatkan pengambilan informasi dalam jumlah besar atau tugas pencarian data yang kompleks.Sementara itu, model terbuka dinilai mampu menangani pekerjaan otomatisasi rutin yang membutuhkan waktu kurang dari delapan jam.
Perbedaan kemampuan tersebut membuat perusahaan tidak harus menggunakan satu jenis model untuk seluruh kebutuhan operasionalnya.
DoorDash, misalnya, dilaporkan mengalihkan pekerjaan sehari-hari ke model terbuka seperti Kimi. Perusahaan tersebut menggunakan sistem premium seperti Claude Fable untuk proyek yang lebih kompleks dan memiliki tenggat waktu ketat.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa pemilihan model AI dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaan dan kebutuhan biaya.Namun, penggunaan model berbobot terbuka juga memiliki sejumlah keterbatasan.
Model dengan bobot yang dapat diunduh memberikan keleluasaan bagi pengembang untuk menjalankan dan menyesuaikan sistem tanpa sepenuhnya bergantung pada penyedia layanan tertentu. Meski demikian, model berbobot terbuka tidak otomatis memenuhi seluruh persyaratan perangkat lunak sumber terbuka.
Menurut laporan Mozilla, dari 16 model penting yang dianalisis, tidak ada yang menyediakan keseluruhan kumpulan data dan kode pelatihan sebagaimana disyaratkan standar Open Source Initiative.
Artinya, ketersediaan bobot model tidak selalu disertai keterbukaan penuh mengenai data dan proses yang digunakan untuk melatihnya.
Selain persoalan keterbukaan, kebutuhan perangkat keras juga menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin menjalankan model berukuran besar secara mandiri.
Kimi K3 memiliki hampir 2,8 triliun parameter secara keseluruhan. Sementara itu, berkas model atau titik pemeriksaan yang berukuran 1,56 terabita membutuhkan infrastruktur komputasi yang besar.
Untuk menjalankan model tersebut, perusahaan diperkirakan membutuhkan klaster yang terdiri atas sedikitnya 64 akselerator kelas atas.
Dengan kebutuhan tersebut, ketersediaan bobot model untuk diunduh belum tentu membuat penerapan mandiri menjadi pilihan praktis bagi seluruh perusahaan.
Bagi organisasi yang tidak memiliki infrastruktur komputasi berskala besar, penggunaan layanan antarmuka pemrograman aplikasi atau API yang dihosting penyedia menjadi pilihan yang lebih memungkinkan.
Laporan Mozilla juga menyoroti perubahan keseimbangan dalam ekosistem AI global, terutama pada penggunaan model berbobot terbuka.
Di platform perantara model AI OpenRouter, delapan dari 10 model dengan volume penggunaan token tertinggi merupakan model berbobot terbuka. Tujuh di antaranya berasal dari pengembang China, termasuk DeepSeek, Alibaba, dan Moonshot.
Temuan tersebut memperlihatkan perbedaan posisi antara perusahaan AS dan China dalam pengembangan AI. Perusahaan AS masih mendominasi model AI tertutup, sedangkan pengembang China memiliki kehadiran kuat dalam ekosistem model berbobot terbuka.
Mozilla mendorong lembaga-lembaga Barat dan proyek publik untuk mendanai pengembangan model acuan terbuka yang netral. Salah satu contoh yang disoroti adalah program komputasi Apertus di Swiss.
Upaya tersebut ditujukan untuk mencegah satu negara menjadi penentu tunggal standar dan penggunaan model AI secara global.
Laporan ini menempatkan perkembangan model AI terbuka China dalam konteks persaingan kemampuan, biaya, keterbukaan teknologi, dan kebutuhan infrastruktur. Meski jarak kemampuan dengan model tertutup semakin menyempit, kebutuhan komputasi dan keterbatasan keterbukaan data masih menjadi pertimbangan dalam penerapannya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
