JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menargetkan pembangunan jaringan kereta api di Kaltara mulai memasuki tahap groundbreaking pada 2027 mendatang.
Target itu disampaikan Zainal dalam rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA), membahas rencana pembangunan jaringan kereta api Kaltara di Jakarta pada Rabu 16 September, kemarin.
“Pembangunan jaringan kereta api diperlukan untuk memperkuat konektivitas wilayah, menekan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi pengangkutan komoditas di Kaltara,” kata Zainal.
Gubernur Zainal bilang, kereta api dapat menjadi bagian dari sistem logistik terpadu yang menghubungkan kawasan produksi, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan dengan kawasan industri hingga pelabuhan.
“Kereta api itu bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” ujar Zainal.
Gubernur mengungkapkan, kebutuhan terhadap moda transportasi yang mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara efisien. Batu bara dan kelapa sawit menjadi sejumlah komoditas yang disebut memiliki kebutuhan angkutan untuk mendukung aktivitas perekonomian daerah. Selain itu, penggunaan kereta api diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya serta menekan beban infrastruktur akibat aktivitas distribusi barang.
“Kalau batu bara dan sawit bisa diangkut menggunakan kereta api, biaya angkut bisa lebih efisien dan beban jalan raya juga berkurang,” ungkapnya.
Zainal menilai, pembangunan jaringan kereta api perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan konektivitas Kaltara. Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung keterhubungan kawasan produksi dengan pusat industri dan pelabuhan.
“Potensi sumber daya alam, pengembangan kawasan industri dan peluang hilirisasi di Kaltara membutuhkan dukungan sistem transportasi yang mampu mengikuti peningkatan aktivitas produksi,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Zainal juga berharap pembahasan bersama PT INTRA tidak berhenti pada tahap diskusi, melainkan segera menghasilkan langkah konkret untuk mendukung realisasi pembangunan.
“Saya juga meminta keterlibatan perusahaan yang di Kaltara, terutama yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, sebagai calon pengguna jasa kereta api,” tuturnya.
Ia menegaskan, dukungan dunia usaha sejak tahap awal diperlukan agar rencana pembangunan jaringan kereta api dapat disesuaikan dengan kebutuhan angkutan komoditas di daerah.
“Pertemuan ini harus menghasilkan komitmen yang bisa ditindaklanjuti. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan dunia usaha,” tegasnya.
Zainal menambahkan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan target pembangunan jaringan kereta api tersebut.
“Harapan kita tahun depan sudah bisa groundbreaking. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan dukungan perusahaan dan sinergi semua pihak,” pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
