YOGYAKARTA – Banyak klaim kesehatan yang beredar luas di tengah masyarakat tanpa bukti klinis. Salah satunya mengenai mitos atau fakta nyeker di tanah bisa cegah virus yang makin populer.
Praktik menyentuh bumi langsung ini sering disebut “grounding”. Namun, apakah kebiasaan berjalan tanpa alas kaki ini benar-benar ampuh menangkal paparan patogen berbahaya bagi tubuh Anda?
Mengenal Tren Grounding dan Klaim Populernya
Aktivitas berjalan tanpa alas kaki kini kerap diunggah di media sosial. Banyak orang meyakini bahwa menyentuh tanah secara langsung dapat menyerap energi bumi.
Praktik ini diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Masyarakat pun sering mengaitkannya dengan pencegahan berbagai jenis penyakit infeksi.
Baca lebih lanjut mengenai Mengenal Teknik Grounding, Cara Sederhana Mengatasi Overthinking
Penjelasan Medis: Mitos atau Fakta?
Klaim bahwa menyentuh bumi bisa menolak infeksi ternyata belum terbukti secara ilmiah. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB, dr. Widya Eka Nugraha, MSiMed, memberikan penjelasannya.
dr. Widya menegaskan bahwa klaim tersebut harus dinilai secara hati-hati berdasarkan bukti ilmiah. Meskipun demikian, kontak kulit dengan bumi memang dapat mengubah potensi listrik tubuh.
Namun, fenomena fisika tersebut tidak otomatis meningkatkan imunitas terhadap serangan virus. Jadi, gagasan ini masih tergolong mitos jika dianggap sebagai penangkal infeksi.
Manfaat Nyeker di Tanah yang Terbukti Secara Ilmiah
Sebenarnya, beberapa penelitian awal menunjukkan adanya potensi hubungan antara grounding dan kesehatan. Aktivitas ini dikaitkan dengan penurunan stres oksidatif terkait gangguan kesehatan mental, peradangan, serta rasa nyeri.
Grounding juga berpotensi memperbaiki kualitas tidur dan aktivitas sistem saraf otonom. Namun, penelitian yang ada masih berskala kecil dan metodologinya cukup terbatas.
Temuan tersebut sebaiknya dianggap sebagai bukti awal saja. Anda tidak bisa menjadikannya sebagai dasar pengobatan atau pencegahan infeksi secara medis.
Rasa nyaman yang Anda rasakan saat nyeker bisa jadi dipengaruhi faktor lain. Misalnya karena Anda berjalan santai, menghirup udara segar, atau mendapat paparan sinar matahari.
Risiko Kesehatan Saat Berjalan Tanpa Alas Kaki
Meskipun terlihat menenangkan, aktivitas ini memiliki risiko kesehatan yang nyata. Permukaan tanah bisa saja menyimpan berbagai bahaya yang tidak terlihat oleh mata.
Perlu diketahui, Ancaman infeksi bakteri, jamur, serta parasit tanah selalu ada di sekitar Anda. Selain itu, ada pula risiko cedera fisik akibat benda tajam.
Penderita diabetes dan gangguan saraf kaki harus ekstra hati-hati jika ingin mencoba. Luka terbuka atau gangguan keseimbangan dapat memperbesar risiko infeksi serius pada kaki Anda.
Langkah Tepat Menjaga Daya Tahan Tubuh
Tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem pertahanan yang sangat kompleks saat melawan infeksi. Sistem imun bawaan dan adaptif bekerja sama secara rumit untuk membasmi patogen.
Hingga saat ini, belum ada uji klinis berkualitas tinggi yang membuktikan efektivitas grounding. Praktik ini tidak bisa mengurangi risiko penularan maupun durasi infeksi.
Pencegahan infeksi yang efektif tetap bergantung pada langkah medis teruji. Anda disarankan melakukan vaksinasi, menjaga kebersihan tangan, dan menerapkan etika batuk yang benar.
Menikmati alam bebas dan berjalan santai tetap baik untuk gaya hidup sehat Anda. Namun, jangan sekali-kali menjadikannya sebagai pengganti penanganan medis yang paling utama.
Kesehatan keluarga Anda tentu menjadi prioritas utama yang tidak boleh dipertaruhkan dengan informasi keliru. Pemahaman yang tepat mengenai mitos atau fakta nyeker di tanah bisa cegah virus membantu Anda mengambil keputusan medis yang jauh lebih bijak dan aman.
Guna mendapatkan ragam kabar terkini, edukasi kesehatan tepercaya, serta analisis berita mendalam lainnya, pastikan Anda terus memperbarui informasi harian dengan mengunjungi laman utama VOI.ID secara berkala.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
