KPK Sebut Ada “Struktur Bayangan” di ATR/BPN, Pengepul Uang Jadi Penghubung



JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan keberadaan struktur bayangan di luar organisasi resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Struktur itu diduga diisi orang-orang yang berperan sebagai pengepul, pengelola uang, serta penghubung pihak luar dengan pejabat ATR/BPN.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan gambaran tersebut muncul setelah penyidik menemukan banyak lapisan di luar struktur resmi kementerian dalam perkara dugaan suap pengurusan layanan pertanahan.

“Kami melihat seolah ada dua bagan atau struktur di ATR/BPN. Ada bagan atau struktur organisasi yang resmi, dan ada juga bagan atau struktur yang seperti bayangan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 16 September.

Menurut Budi, sejumlah pihak di luar struktur resmi diduga mempunyai peran penting dalam menghubungkan pihak eksternal dengan penyelenggara negara di lingkungan ATR/BPN.

Ia menyebut Fahd Arafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto termasuk pihak yang diduga berperan sebagai pengepul dan pengelola uang.

“Banyaknya sirkel di luar struktur ATR/BPN, seperti F, kemudian ARF yang berperan sebagai pengepul, pengelola uang, dan penghubung antara pihak-pihak eksternal kepada penyelenggara negara di lingkungan ATR/BPN,” ujarnya.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.

Tersangka lainnya adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta Erwin dan Muhammad Fakhry.

Keempat nama terakhir diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Dugaan mengenai peran dan hubungan mereka masih didalami KPK.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *