JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia belum memberikan sikap terkait status Fahd A Rafiq di partainya setelah politikus Golkar itu kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bahlil dua kali memilih tidak menjawab ketika ditanya mengenai Fahd dan kemungkinan pemecatan dari Golkar seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 16 September.
“Dinda-dinda, mohon maaf, saya masih ada rapat lagi,” kata Bahlil ketika ditanya mengenai kasus Fahd.
Saat wartawan kembali bertanya apakah Fahd akan dipecat dari Golkar, Bahlil kembali tidak memberikan jawaban.
“Mohon maaf ya, saya lagi mau ada rapat lagi ya,” ujarnya.
Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq ditetapkan KPK sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. KPK menduga Fahd berperan sebagai penampung uang dalam perkara tersebut.
Kasus terbaru ini menjadi perkara korupsi ketiga yang menjerat Fahd. Sebelumnya, ia telah dua kali diproses dan dihukum dalam perkara korupsi yang ditangani KPK.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya mengatakan partai menyayangkan Fahd kembali terjerat perkara korupsi. Menurut Doli, Fahd sebelumnya telah diberi kesempatan kembali aktif sebagai pengurus partai setelah menyelesaikan hukuman dalam kasus terdahulu.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga tidak menjelaskan hasil rapat terbatas dengan Prabowo. Ketika ditanya agenda pertemuan, ia menyerahkan penjelasan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani.
“Menteri-menteri lain kan sudah menjawab. Biar Pak Rosan saja,” kata Bahlil.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
