Kanselir Jerman Minta Iran Hentikan Dukungan Terhadap Kelompok Proksi


JAKARTA – Kanselir Jerman Friedrich Merz pada hari Selasa mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu stabilitas kawasan dan tidak memperluas konflik ke Irak melalui kelompok-kelompok proksinya.

Dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Berlin, Kanselir Merz mengatakan kedua pemimpin membahas perkembangan kawasan, termasuk dampak perang AS-Iran dan blokade Selat Hormuz.

“Dukungan Teheran terhadap kelompok proksi di seluruh kawasan harus dihentikan. Kita melihat dampaknya setiap hari, kami juga meminta Iran untuk tidak membawa konflik lebih jauh ke Irak,” kata Kanselir Merz, melansir Anadolu (16/9).

“Iran pada akhirnya harus mengakhiri blokade di Selat Hormuz ini; yang terpenting, mereka harus menghentikan program nuklir militernya,” tegasnya.

Lebih lanjut Kanselir Merz mengatakan Berlin mendukung inisiatif Pemerintah Irak untuk melucuti senjata milisi yang didukung Iran serta upaya mereka memulihkan perdamaian dan keamanan.

Kedua pemimpin juga membahas perkembangan di Laut Merah, di mana kelompok Houthi telah memperluas cengkeraman mereka di sepanjang garis pantai Yaman dan merebut Pulau Mayyun di Selat Bab el-Mandeb.

“Houthi kini menguasai posisi-posisi strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb dan menyerang fasilitas energi di Arab Saudi; hal ini semakin memperparah situasi di pasar energi internasional,” jelas Kanselir Jerman.

“Masyarakat internasional tidak boleh membiarkan Houthi menyandera lalu lintas pelayaran di Laut Merah. Kami sedang melakukan konsultasi di dalam Uni Eropa dan dengan mitra-mitra di kawasan mengenai kontribusi yang dapat kami berikan bersama untuk mengakhiri konflik ini,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai masa depan misi penasihat dan pelatihan militer Jerman di Irak, Kanselir Merz mencatat misi tersebut akan berakhir bulan ini, namun Berlin siap melanjutkan kerja sama dalam bentuk lain.

“Kehadiran militer itu berakhir pada 30 September — dalam dua minggu ke depan — atas permintaan Irak, sebuah keputusan yang tentu saja kami hormati,” kata Kanselir Jerman kepada wartawan.

“Namun, kami siap melanjutkan kerja sama militer jika diinginkan, dan kami tetap bersedia mendukung Irak — bergantung pada keinginan pemerintah — terkait seperti apa bentuk keterlibatan di masa depan,” tandasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *