Model AI China Prediksi Topan Bavi Akurat 108 Jam Lebih Awal


JAKARTA – China mulai memadukan kecerdasan buatan dengan metode prakiraan cuaca konvensional untuk menghadapi topan yang semakin sulit diprediksi. Dalam kasus Topan Bavi tahun ini, model tersebut mampu memberikan prakiraan akurat 108 jam lebih awal.

Menurut China Daily, dikutip Kamis, 15 Oktober, asisten peneliti Shanghai Typhoon Institute di bawah China Meteorological Administration, Niu Zeyi, mengatakan pola topan dalam beberapa tahun terakhir semakin tidak biasa sehingga prakiraannya makin menantang.

Menurut Niu, lintasan topan banyak dipengaruhi sistem tekanan tinggi subtropis yang posisi dan bentuknya sulit diprediksi.

“Lintasan topan sebagian besar dipengaruhi oleh tekanan tinggi subtropis, yang posisi dan bentuknya sulit diprediksi. Namun, justru di sinilah model AI menunjukkan keunggulannya,” kata Niu.

Timnya kemudian menggabungkan keunggulan model AI dengan prakiraan cuaca numerik tradisional untuk mengembangkan model hibrida yang digunakan memprediksi lintasan dan intensitas topan.

“Dalam prakiraan Topan Bavi tahun ini, model kami memberikan prediksi yang akurat 108 jam sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Niu, prakiraan yang akurat penting agar tenaga dan sumber daya dapat ditempatkan di lokasi yang paling membutuhkan saat bencana terjadi.

Kepala prakirawan National Meteorological Center, Zhang Fanghua, mengatakan sistem meteorologi China menggunakan satelit Fengyun, radar cuaca, serta stasiun pengamatan otomatis di seluruh negeri.

Data suhu, tekanan udara, kecepatan angin, dan curah hujan dikumpulkan secara waktu nyata. Data itu kemudian dimasukkan ke dalam persamaan matematika yang menggambarkan pergerakan atmosfer dan dianalisis menggunakan komputer berkinerja tinggi.

Prakirawan lalu menggabungkan hasil analisis tersebut dengan berbagai perangkat dan pengalaman mereka untuk menentukan perkembangan cuaca.

“Layanan prakiraan harus tetap aktif 24 jam sehari, 365 hari setahun,” kata Zhang.

Menurut Zhang, peringatan lebih awal sangat penting saat terjadi hujan lebat, topan, dan badai konvektif kuat agar masyarakat memiliki cukup waktu untuk bersiap.

Di Daishan, Zhejiang, kondisi cuaca secara langsung berkaitan dengan keselamatan nelayan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Kepala Biro Meteorologi Daishan Zhao Hujiong mengatakan timnya mendatangi pelabuhan, kapal nelayan, dan desa pesisir untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan ekonomi kelautan dan keselamatan perikanan.

Sementara itu, Direktur Observatorium Meteorologi Prefektur Otonom Tibet Haibei di Qinghai, Zhao Guorong, mengatakan peringatan satu menit lebih cepat dapat membantu mengurangi kerugian ternak milik penggembala.

Menurut Zhao, peningkatan akurasi prakiraan sebesar satu milimeter juga dapat menambah lapisan keselamatan bagi kegiatan di dataran tinggi. Peningkatan resolusi data sebesar satu kilometer dinilai dapat membantu perlindungan ekosistem sumber tiga sungai.

Di Zhangzhou, Fujian, layanan meteorologi diberikan secara bertahap dalam interval 12 jam, enam jam, dan dua jam.

Wakil Direktur Biro Meteorologi Distrik Xiangcheng Cai Yiyou mengatakan prakiraan tidak cukup hanya memberi tahu bahwa hujan akan turun.

“Dalam kondisi seperti ini, tidak cukup hanya mengatakan ‘akan turun hujan’. Kami harus memberi tahu masyarakat di mana hujan akan turun dan kapan risikonya paling besar,” katanya.

Menurut Cai, informasi yang semakin rinci membantu pemerintah menentukan wilayah yang perlu diwaspadai, menempatkan tim penyelamat lebih awal, dan mengatur evakuasi sebelum risiko membesar.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *