JAKARTA – Iran pada Hari Rabu menyatakan telah menggantung seorang pria yang divonis bersalah melakukan “serangan teroris” untuk mendukung Israel, seiring dengan meningkatnya eksekusi yang terkait dengan perang di Timur Tengah.
Lembaga peradilan menyatakan Ali-Sina Mostafavi, “seorang teroris bersenjata dan agen musuh Amerika-Zionis selama perang,” telah dieksekusi, menurut laporan media pemerintah, melansir Al Arabiya dari AFP (14/10).
Mostafavi dituduh melakukan beberapa “serangan teroris bersenjata” di kota Kerman, bagian tenggara Iran, yang mengakibatkan warga sipil terluka, kata pihak peradilan.
Ia juga didakwa dengan “moharebeh,” istilah hukum yang berarti “memerangi Tuhan,” yang merupakan salah satu tindak pidana paling serius di Iran dan dapat dihukum mati.
Terdakwa telah berkomunikasi dengan “media musuh yang berafiliasi dengan rezim Zionis,” kata pihak peradilan.
Selain itu ia juga dituduh menjalin kontak dengan gerakan monarkis Iran yang berada di pengasingan, yang tokoh utamanya adalah Reza Pahlavi.
Pahlavi adalah putra dari shah terakhir Iran yang digulingkan pada tahun 1979 selama Revolusi Islam. Ia tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan secara rutin menyerukan penggulingan pemerintah.
Kendati demikian, pihak berwenang tidak mengungkapkan tanggal penangkapan maupun persidangannya.
Diketahui, Iran telah meningkatkan jumlah eksekusi sejak pecahnya perang dengan Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari serta sejak meletusnya protes anti-pemerintah pada akhir tahun lalu.
Pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang memicu perang di Timur Tengah yang telah merenggut ribuan nyawa.
Sejak saat itu, jumlah penangkapan dan eksekusi di Iran semakin meningkat, yang terkait baik dengan konflik tersebut maupun dengan aksi protes berdarah yang meletus pada akhir tahun lalu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
