JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali melayani kegiatan pemindahan muatan antarkapal atau ship to ship (STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau, sejak 9 Oktober 2026.
Layanan tersebut dijalankan melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM). Kawasan Nipa yang berada di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura dinilai memiliki potensi untuk mendukung kegiatan alih muat kapal internasional tanpa harus melalui terminal di darat.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, mengatakan pengoperasian kembali layanan STS di Nipa menjadi bagian dari upaya Pelindo Group memperluas jangkauan bisnis maritim sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran internasional.
“Dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa menjadi momentum penting bagi Pelindo Group dalam memperluas jangkauan layanan maritim. Melalui PJM, kami memastikan kesiapan operasional, baik dari sisi sarana pendukung maupun tenaga pandu yang kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Rabu, 14 Oktober.
Dimulainya kembali pelayanan tersebut ditandai dengan kedatangan satu kapal induk (mother vessel) dan dua kapal penerima (daughter vessel) yang terlibat dalam rangkaian kegiatan alih muat.
Kapal induk berukuran 25.487 gross tonnage (GT) dengan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat.
Sementara, kapal penerima pertama berukuran 30.681 GT dengan panjang 195,26 meter juga tiba untuk mendukung kegiatan tersebut. Selanjutnya, kapal penerima kedua berukuran 25.085 GT dengan panjang 175,93 meter tiba pada 10 Oktober 2026.
Untuk mendukung kelancaran operasional, PJM menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan, armada pendukung, serta personel sesuai kebutuhan.
Pelindo juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan, dan agen kapal.
Arief mengatakan pengembangan layanan STS di Nipa tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas operasional, tetapi juga pada penguatan ekosistem jasa maritim yang terintegrasi dan kompetitif.
“Keunggulan geografis Nipa merupakan peluang besar yang perlu didukung dengan kualitas layanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menjadikan Nipa sebagai salah satu pilihan utama bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan maritim lainnya yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” kata Arief.
Penguatan layanan STS di Nipa juga menjadi bagian dari transformasi bisnis Pelindo untuk mengoptimalkan aset dan meningkatkan produktivitas.
Melalui sinergi antarentitas Pelindo Group, perusahaan berupaya mengembangkan layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi serta menyesuaikan kebutuhan pengguna jasa.
Dengan beroperasinya kembali layanan STS di NTAA, Pelindo berharap kawasan Nipa semakin menarik bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat.
Langkah ini sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis jasa maritim dan peningkatan nilai ekonomi dari aktivitas pelayaran yang melintasi perairan Indonesia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
