JAKARTA – Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali menjadi pusat pengembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor. Arah pengembangan ini diperkuat melalui kerja sama Indonesia-China di bidang teknologi, riset, dan industri.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon mengatakan Kura-Kura Bali menjadi salah satu kawasan strategis untuk memperluas kolaborasi teknologi.
“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” kata Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Oktober.
Ali menegaskan hubungan ekonomi Indonesia-China ke depan tidak cukup hanya mengandalkan investasi. Kerja sama juga diarahkan pada penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, dan kapasitas industri nasional.
Di KEK Kura-Kura Bali, Tsinghua Southeast Asia Center telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University.
Kawasan itu selanjutnya dipersiapkan untuk mengembangkan program kecerdasan buatan, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.
Pengembangan tersebut juga ditopang kehadiran investor China di berbagai kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
Pada kuartal II 2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK berasal dari China.
Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare.
Kawasan-kawasan tersebut telah membukukan investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dolar AS, melibatkan 481 badan usaha, dan menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja.
Pemerintah juga mendorong skema Two Countries Twin Parks atau TCTP untuk menghubungkan sumber daya dan pasar Indonesia dengan investasi, teknologi, dan kapasitas industri China.
Skema tersebut diarahkan untuk melahirkan proyek industri yang lebih terintegrasi dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Khusus KEK Kura-Kura Bali, realisasi investasi kumulatif hingga semester I 2026 mencapai Rp1,8 triliun dengan penyerapan 2.173 tenaga kerja.
Kawasan itu juga mencatat 131.657 kunjungan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
