JAKARTA – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, Sabtu, 10 Oktober. Sedikitnya 672 warga mengungsi dan 238 orang telah dievakuasi tim SAR gabungan.
Penanganan dilakukan BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Sumatera Barat hingga Minggu, 11 Oktober pukul 03.34 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah permukiman. Pendataan dan evakuasi juga masih berlangsung.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah dan Nanggalo.
Enam kelurahan terdampak adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang dan Gurun Laweh.
Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak. Sementara itu, 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, 11 Oktober.
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 warga dari kawasan terdampak. BPBD Kota Padang bersama unsur terkait juga terus melakukan kaji cepat dan menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.
BNPB mencatat pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, serta 55 jiwa di Warung Jembatan Guo.
Pemerintah juga mulai menyalurkan kebutuhan dasar. Sebanyak 500 bungkus nasi telah dibagikan, sementara BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut.
Dinas Sosial Kota Padang juga mengirim 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga, 16 paket pakaian anak dan 30 kasur.
“Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi,” kata Berton.
Polda Sumatera Barat juga mengerahkan ratusan personel ke sejumlah titik banjir, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa dan Sungai Lareh.
Personel berasal dari Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang serta unsur SAR dan Basarnas.
Polri melaporkan seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan disampaikan, belum ada korban jiwa.
Sebanyak 250 personel juga disiagakan untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama mengungsi.
Posko kesehatan dan Posko SAR telah didirikan di kawasan terdampak. Pelayanan difokuskan pada pertolongan medis, kelompok rentan serta antisipasi jika banjir kembali memburuk.
Petugas mengingatkan warga agar tidak kembali ke rumah yang masih berisiko terendam dan tetap mengikuti arahan di lapangan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
