JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta agar layanan publik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ditambah dari sekali menjadi dua kali seminggu guna memperpendek antrean konsultasi pelaku industri.
Harapannya agar daya saing industri nasional semakin baik.
Sarmuji menilai, kecepatan menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.
Karena itu, pemerintah dituntut mampu memberikan pelayanan yang efisien dan adaptif agar kebutuhan dunia usaha dapat direspons dengan lebih cepat.
“Sekarang industri besar pun bisa kalah dengan industri yang cepat. Kiami sebagai fasilitator dan akselerator harus mampu mendorong industri bergerak lebih cepat lagi. Karena itu, pelayanan pemerintah juga harus semakin cepat dan mampu menjawab kebutuhan pelaku industri,” ujar Sarmuji dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 9 Oktober.
Menurutnya, peningkatan pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas memadai.
Perbaikan sistem kerja, penyederhanaan proses serta percepatan waktu penyelesaian layanan juga diperlukan agar pelaku industri dapat menjalankan kegiatan usahanya secara lebih efektif.
Dia bilang, pelayanan perizinan dan konsultasi di Kemenperin telah menunjukkan perkembangan baik.
Namun, ia meminta jajarannya terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dari sisi kecepatan dan kepuasan masyarakat maupun pelaku usaha.
“Pelayanan publik, baik perizinan maupun konsultasi, sudah menunjukkan perkembangan semakin baik. Namun, bagi saya, baik saja kadang tidak cukup. Harus lebih baik lagi dan terus ditingkatkan agar masyarakat maupun pelaku industri semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain kualitas, kecepatan pelayanan juga harus menjadi perhatian kami,” katanya.
Untuk memperluas akses konsultasi, Sarmuji meminta agar Hari Pelayanan Publik yang selama ini digelar setiap Kamis dapat ditambah menjadi dua kali seminggu, misalnya pada Selasa dan Kamis.
Dengan penambahan frekuensi tersebut, pelaku industri diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan usaha, termasuk persoalan yang berkaitan dengan layanan Kemenperin.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi antrean pengunjung.
“Selama ini, kami memiliki Hari Pelayanan Publik setiap Kamis. Saya minta agar tidak hanya satu hari dalam seminggu, tetapi bisa menjadi dua hari, misalnya Selasa dan Kamis. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku industri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi, sehingga antrean pelayanan juga semakin pendek,” terang Sarmuji.
Kapasitas Konsultasi Meningkat Lima Kali Lipat
Upaya percepatan layanan tersebut melanjutkan transformasi pelayanan publik yang telah dilakukan Kemenperin.
Berdasarkan data Kemenperin, kapasitas konsultasi tatap muka meningkat dari maksimal 25 perusahaan per hari pada Februari 2024 menjadi maksimal 130 perusahaan per hari sejak Maret 2024.
Peningkatan itu setara lebih dari lima kali lipat dibandingkan kapasitas sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Pelayanan Publik Kemenperin naik dari 4,51 pada 2024 menjadi 4,58 pada 2025, dengan predikat pelayanan prima.
Selain konsultasi tatap muka, Kemenperin menyediakan saluran layanan melalui WhatsApp dan surat elektronik.
Pada Juli 2026, tercatat 3.077 konsultasi melalui WhatsApp, 2.188 konsultasi tatap muka dan 617 konsultasi melalui surat elektronik.
Kemenperin juga mengoperasikan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang menyediakan 241 jenis layanan bagi pelaku industri.
Berbagai saluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan bagi dunia usaha.
Ke depan, peningkatan kapasitas perlu diikuti dengan penyederhanaan proses dan kecepatan respons agar pelayanan pemerintah semakin selaras dengan kebutuhan industri.
Bagi sektor industri yang menghadapi persaingan ketat dan perubahan pasar, kecepatan dalam memperoleh informasi maupun menyelesaikan kebutuhan administratif menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan usaha.
Karena itu, percepatan birokrasi diharapkan dapat mendukung pelaku industri untuk lebih adaptif dan kompetitif.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
