JAKARTA – Seorang komandan dari kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di Sudan pada Hari Kamis mengumumkan pembelotannya dari kelompok tersebut, bersama dengan 300 perwira dan prajurit serta 30 kendaraan tempur.
Komandan Kelompok Tugas Khusus RSF Letnan Kolonel Mohammed Azraq al-Fanjari mengumumkan pembelotannya melalui pernyataan video yang beredar di media Sudan.
Al-Fanjari mengatakan, ia memutuskan untuk melepas seluruh tugas dan tanggung jawab militernya di RSF “setelah melakukan evaluasi diri yang jujur dan perenungan mendalam mengenai kondisi negara kita akibat perang yang sia-sia ini,” dikutip dari Anadolu (9/10)
Lebih jauh ia menyatakan dukungannya terhadap “kesucian darah rakyat Sudan dan pilihan perdamaian.”
Al-Fanjari juga menegaskan tidak terlibat dalam pelanggaran apa pun terhadap warga sipil maupun harta benda mereka, serta menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga-keluarga di Sudan yang terdampak oleh kematian, pengungsian, atau kerugian lainnya selama konflik yang telah berlangsung sejak April 2023 tersebut.
Dalam kesempatan tersebut ia menyerukan kepada anggota RSF lainnya untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka dan meninggalkan kelompok tersebut, seraya menyebut konflik ini sebagai “perang tanpa tujuan dan tanpa masa depan.”
Sang komandan juga mendesak mantan rekan-rekannya untuk berpihak pada Angkatan Bersenjata Sudan dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.
Belum ada tanggapan segera dari pihak RSF terkait pengumuman Al-Fanjari tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
